Akurat

Ketum GP Ansor Instruksikan Pemuda Jaga Kampung dan Batasi Ruang Provokator

Atikah Umiyani | 2 September 2025, 20:07 WIB
Ketum GP Ansor Instruksikan Pemuda Jaga Kampung dan Batasi Ruang Provokator

AKURAT.CO Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader pemuda di Indonesia untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Pesan ini ia sampaikan usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto bersama pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Addin hadir bersama pimpinan organisasi pemuda lintas iman lainnya, antara lain PP Pemuda Muhammadiyah, PP Pemuda Katolik, Pemuda Khonghucu, Pemuda Germabudhi, Pemuda Mathla’ul Anwar, DPP GAMKI, Pemuda Peradah, dan Pemuda GPII.

“Kami sebagai pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama menginstruksikan kepada seluruh kader di Indonesia, bersama masyarakat, untuk jangan ragu menjaga kampungnya masing-masing, melindungi basis pemerintahan, dan mengamankan aset-aset ekonomi,” ujar Addin.

Baca Juga: Tak Ingin Terpeleset, Bank Jatim Serius Hadapi Tim Promosi Kharisma Premium di Laga Pembuka Livoli

Ia menekankan pentingnya membatasi ruang gerak provokator yang berpotensi merusak tatanan sosial dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jangan sampai kampung, desa, atau daerah dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Batasi ruang gerak provokator agar tidak bisa mengganggu,” tegasnya.

Addin juga mendorong pemuda mengambil peran aktif agar kondisi nasional kembali kondusif. Menurutnya, stabilitas sangat penting demi pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ambil peran nyata agar kehidupan berbangsa segera pulih, aktivitas sosial dan ekonomi berjalan normal kembali, sehingga petani, nelayan, dan masyarakat luas bisa kembali bangkit. Dengan begitu, Indonesia akan kembali maju, kuat, dan jaya,” tuturnya.

Meski begitu, Addin menegaskan pihaknya tetap mengawal aspirasi masyarakat selama disampaikan secara damai dan sesuai aturan. Namun, ia menolak tindakan anarkis yang justru merugikan kepentingan rakyat.

“Jangan ragu, selama aspirasi itu benar akan kita kawal. Tapi bila sudah merusak fasilitas umum dan merugikan masyarakat, tentu kita harus bersikap tegas. Ambil peran maksimal dan jaga Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: Materi Matematika Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap untuk Persiapan PAT

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.