Akurat

Gereja Serukan Keadilan, Tolak Arogansi Elite

Oktaviani | 30 Agustus 2025, 00:00 WIB
Gereja Serukan Keadilan, Tolak Arogansi Elite

AKURAT.CO Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kebangsaan akhir-akhir ini, di mana gelombang unjuk rasa di berbagai daerah bahkan menelan korban jiwa.

Menurutnya, aksi demonstrasi yang merebak merupakan ungkapan kekecewaan rakyat atas kondisi ekonomi yang semakin berat, mulai dari naiknya harga kebutuhan pokok, menurunnya penghasilan, hingga sulitnya lapangan pekerjaan.

“Di tengah beban rakyat yang makin berat, keputusan-keputusan politik justru menimbulkan kesan kurangnya kepekaan dari para pemimpin, termasuk DPR. Hal ini semakin memperlebar jurang antara aspirasi rakyat dan sikap elit politik,” ujar Rumambi di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan, suara rakyat melalui demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai dan ditanggapi secara bijak, bukan dengan tindakan represif yang menimbulkan korban.

“Tugas gereja adalah menghadirkan damai sejahtera Allah di tengah masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan rendah hati, adil, dan berpihak pada kehidupan bersama,” ucapnya.

Dalam pernyataannya, Majelis Sinode GPIB menyampaikan lima seruan penting:

Baca Juga: PB HMI Gelar Sholat Ghaib untuk Affan Kurniawan

  1. Mengungkapkan duka cita dan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi, serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan penghiburan.

  2. Mengajak pemerintah dan DPR untuk lebih mendengar suara rakyat serta menunjukkan kepekaan moral dalam setiap kebijakan agar benar-benar meringankan beban rakyat.

  3. Mendorong aparat keamanan agar bertindak humanis, dialogis, dan berorientasi pada kasih serta perdamaian. Peristiwa yang terjadi hendaknya menjadi momentum pembenahan menyeluruh dalam tubuh kepolisian.

  4. Mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan dinamika ini sebagai peluang memperbaiki arah demokrasi Indonesia yang sejati, yakni menghargai martabat manusia dan menegakkan keadilan sosial.

  5. Menegaskan panggilan gereja dan lembaga agama untuk berdiri di sisi rakyat yang lemah, menyuarakan kebenaran dalam kasih, dan mendorong kehidupan bersama yang ditandai perdamaian serta kesejahteraan.

Rumambi menegaskan, bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit dari kesulitan, asalkan seluruh komponen bangsa, pemerintah, DPR, aparat, masyarakat sipil, hingga lembaga agama, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Baca Juga: GMNI Desak MKD Pecat Ahmad Sahroni dari DPR RI

“Kiranya Allah, Sang Sumber Kehidupan, menolong bangsa ini menapaki jalan kebenaran, keadilan, dan kasih, sehingga Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.