Masih Macet, Jakarta Harus Berbenah Jika Ingin Jadi Kota Global

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan kemacetan bukan sekadar urusan mobilitas, melainkan menyangkut hajat hidup warga hingga masa depan kota.
"Macet itu bukan hanya bikin perjalanan lama. Dia menghantam perekonomian, dunia usaha, pariwisata, kesehatan, bahkan kualitas hidup masyarakat," kata Rano, dalam Apel Kolaborasi Mengatasi Kemacetan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga: Tak Hanya Alih Fungsi Trotoar, Pramono Akan Tambah 14 Bus Transjakarta Redam Macet di TB Simatupang
Sebagai kota yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global, Jakarta dituntut berbenah. Saat ini Jakarta menduduki peringkat 74 Global City Index, dengan target menembus 50 besar dunia pada 2030.
Pria yang akrab dipanggil Bang Doel ini menekankan, pengendalian kemacetan menjadi kunci agar Jakarta benar-benar berdaya saing.
Dia memberikan apresiasi kepada kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, mitra transportasi publik, serta seluruh personel di lapangan yang berjibaku mengurai kepadatan jalanan Jakarta.
"Saya mengajak warga Jakarta lebih disiplin berlalu lintas dan beralih ke transportasi publik," ujarnya.
Dengan kerja keras, kolaborasi, dan partisipasi semua pihak, Rano yakin Jakarta mampu membangun sistem transportasi yang aman, nyaman, berkelanjutan, dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









