PCO RI Resmi Berusia Satu Tahun, Sejumlah Menteri Berikan Apresiasi dan Selamat

AKURAT.CO Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas berdirinya lembaga Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, yang sudah resmi memasuki usia satu tahun.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa PCO telah menjadi sahabat publik dan pemerintah.
Menurutnya, PCO juga telah berperan penting dalam menyampaikan langkah strategis tentang ketahanan dan kedaulatan pangan dengan bahasa yang sederhana, terbuka, dan penuh makna.
"Bukan hanya data dan program, tapi juga kisah bagaimana pemerintah memperjuangkan petani, nelayan, dan gizi terpenuhi untuk anak-anak Indonesia. Semoga di usia baru ini, PCO RI tetap terdepan menyuarakan visi pangan Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan," ujar Zulhas melalui keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa PCO telah menjadi mitra strategis bagi lembaganya dalam mengkomunikasikan program prioritas, mulai dari Cek Kesehatan Gratis, Penuntasan TBC hingga Renovasi Rumah Sakit.
Budi berharap, kolaborasi antara PCO dan Kemenkes bisa terus berlanjut agar seluruh program prioritas pemerintah bisa sampai ke masyarakat lebih luas.
Baca Juga: PCO: Lima Program Presiden Prabowo Saling Terpadu untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Rakyat
"Dukungan PCO dalam menyusun narasi dan mengorkestrasi komunikasi membuat pesan program prioritas kami sampai ke masyarakat secara lebih luas, jelas, dan berdampak. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi kesehatan rakyat Indonesia," ujar Budi.
Di sisi lain, Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, menilai bahwa kehadiran lembaga PCO telah menambah daya gedor pemerintah dalam menyampaikan komunikasi ke masyarakat.
"Kehadiran Presidential Communication Office (PCO) tentu memberikan nilai tambah yang signifikan dalam memastikan pesan dan kebijakan pemerintah tersampaikan dengan tepat, cepat, dan menyentuh hati masyarakat," ucap Syaifullah atau biasa disapa Gus Ipul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









