Mensos Beri Pembekalan 970 Guru dan 55 Kepala Sekolah Rakyat, Dorong Pengajaran Sepenuh Hati

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memberikan pembekalan kepada 970 guru dan 55 Kepala Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi, Kemensos RI, Jakarta Selatan.
Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto, untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan menyiapkan Generasi Emas 2045.
Oleh karena itu, dia meminta para kepala sekolah dan guru untuk memahami betul arah kebijakan ini. Dia menekankan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Baca Juga: Mensos: Sekolah Rakyat Bertambah 60 Titik di September 2025
"Presiden ingin memuliakan mereka, mengafirmasi mereka, membela mereka dengan kebijakan-kebijakan yang bisa membuat mereka menjadi keluarga yang lebih berdaya dan nanti ikut berkontribusi dalam Indonesia Emas Tahun 2045," kata Gus Ipul kepada Guru dan Kepala asekolah yang mengikuti secara daring, dikutip Rabu (20/8/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada lebih dari 3 juta anak Indonesia usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan, baik karena belum sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.
"Kita ingin menyentuh lapisan paling bawah, yang selama ini mungkin tidak terdengar suara. Mereka kalau tidak mendapatkan bantuan tidak pernah mengeluh, suaranya tidak pernah terdengar," ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat juga dimaksudkan untuk membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini kehilangan harapan akibat kondisi ekonomi.
Baca Juga: MBG, Sekolah Rakyat dan Kopdes Merah Putih Ibarat Jalan Tol untuk Pengentasan Kemiskinan
Dia juga meminta kepada para kepala sekolah dan guru untuk membina serta membimbing anak-anak dengan sepenuh hati agar tumbuh menjadi generasi tangguh, generasi masa depan Indonesia.
"Keluarga yang tidak beruntung ini, anak-anaknya biasanya putus harapan. Mengubur mimpi-mimpinya. Tetapi dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan melahirkan pemungkin-pemungkin baru," jelasnya.
Hingga Agustus 2025, tercatat 100 titik Sekolah Rakyat sudah beroperasi dan pada September akan bertambah 65 titik lagi. Total 165 Sekolah Rakyat ditargetkan beroperasi tahun ini, dengan kapasitas 641 rombongan belajar atau 15.895 siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







