Akurat

Wapres Gibran dan Istri Kenakan Baju Adat dalam Upacara Peringatan HUT RI, Ini Filosofinya

Ahada Ramadhana | 17 Agustus 2025, 15:32 WIB
Wapres Gibran dan Istri Kenakan Baju Adat dalam Upacara Peringatan HUT RI, Ini Filosofinya

AKURAT.CO Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Ibu Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/08/2025).

Dalam momen tersebut Wapres Gibran tampil elegan dengan balutan busana adat Kerawang Gayo.

Pemilihan busana ini tidak semata-mata untuk penampilan seremonial, melainkan sarat dengan nilai filosofis yang mendalam.

Warna-warna khas Gayo seperti merah, hitam dan emas mencerminkan tiga makna luhur yaitu mersik (keberanian), lisik (kerajinan) dan unik (ketelitian).

Baca Juga: Gibran Temui Wapres ke-6 Try Sutrisno, Beri Undangan Peringatan HUT ke-80 RI

Keserasian tampak dari teluk belanga hitam yang dikenakan Wapres Gibran, dipadu dengan kain songket merah-emas-hitam yang melingkar sebagai ikat pinggang serta penutup kepala adat yang kian menegaskan wibawa dan kharisma.

Berbeda dengan Wapres Gibran, Ibu Selvi tampil anggun dalam balutan pakaian adat Palembang.

Baju kurung klasik berwarna merah marun bermotif Benang Emas Pucuk Rebung dan Bunga Tabur berpadu dengan kain songket emas yang memancarkan pesona mewah namun natural.

Keanggunan Ibu Selvi semakin lengkap dengan hiasan kepala Kesuhun Pak Sangko, menjadikan penampilannya penuh makna yakni melambangkan kesopanan, kecantikan, kesucian serta kemakmuran.

Baca Juga: Pastikan Hubungannya dengan Wapres Gibran Sangat Baik, Menko AHY: Tidak Ada Masalah

Kedua buah hati Wapres Gibran pun tak kalah menarik perhatian.

Jan Ethes tampil serasi dengan sang ayah dalam balutan busana adat bernuansa hitam, sementara La Lembah Manah tampil manis dan anggun mengenakan busana senada dengan sang ibu.

Pemilihan dua busana adat dari wilayah berbeda ini selaras dengan semangat HUT ke-80 RI yang mengusung tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju."

Sebuah pesan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan untuk bersatu dan maju bersama.

Baca Juga: Puan Tepis Isu Ketidakharmonisan Kabinet Usai Viral Video Gibran Acuhkan AHY

Sebelum upacara dimulai, suasana penuh semangat nasionalisme dibangun melalui alunan lagu-lagu kebangsaan yang dibawakan oleh Gita Bahana Nusantara, paduan suara anak bangsa pilihan dari seluruh penjuru negeri yang dibina langsung oleh Kementerian Dikbudristek.

Para hadirin juga dibuat terpukau dengan iring-iringan kirab bendera dan Teks Proklamasi dari Monumen Nasional ke Istana Merdeka.

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara, Kolonel Inf. Amril Hairuman Tehupelasury, kepada Presiden Prabowo Subianto selaku inspektur upacara.

Sesaat kemudian, dentuman meriam sebanyak 17 kali disertai sirine panjang bergema, menandai dimulainya Peringatan Detik-detik Proklamasi.

Baca Juga: Gibran dan Dasco Makan Siang Bareng, Pengamat: Sinyal Politik Prabowo–Jokowi Masih Solid

Suasana khidmat tercipta ketika Presiden Prabowo membacakan langsung Teks Proklamasi yang delapan dekade lalu dikumandangkan oleh Sang Proklamator, Presiden Soekarno.

Usai pembacaan Teks Proklamasi, kepala negara memimpin seluruh peserta upacara mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Selanjutnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memimpin doa yang menghadirkan nuansa syahdu di halaman Istana Merdeka.

Prosesi berlanjut dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka Tim Indonesia Berdaulat.

Baca Juga: Gibran Dorong Pemerintah Desa Dukung Penuh Program Strategis Nasional

Tugas membawa bendera dipercayakan kepada Bianca Alessia Christabella Lantang dari Sulawesi Utara didampingi El Rayyi Mujahid Faqih dari Kalimantan Timur sebagai pembentang.

Sementara, Farrel Argantha Irawan dari Jakarta bertindak sebagai pengerek dan Arka Bintang Is'ad Kauthar dari Jawa Timur selaku Komandan Kelompok 8.

Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bendera Merah Putih perlahan naik dan berkibar gagah di langit Istana Merdeka, disambut rasa bangga yang membuncah dari seluruh hadirin.

Selepas pengibaran, laporan penutup komandan upacara kepada inspektur upacara menjadi tanda berakhirnya prosesi sakral Peringatan Detik-detik Proklamasi.

Baca Juga: Atasi Intoleransi, Gibran Janji Dorong Kebijakan Inklusif Guru Agama dan Perlindungan Sosial

Rangkaian upacara berlanjut dengan persembahan lagu Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar oleh Gita Bahana Nusantara.

Pada upacara tahun ini, turut hadir para pelajar dari Sekolah Rakyat untuk bernyanyi bersama, menghadirkan suasana semakin semarak sekaligus menambah kekhidmatan perayaan kemerdekaan.

"Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi hari ini tidak sekadar menjadi seremoni kenegaraan. Melainkan juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat juang para pahlawan serta merawat warisan budaya bangsa yang terus hidup dan menyatu dalam kebhinekaan Indonesia," jelas Wapres Gibran.

Tampak hadir pada acara kenegaraan yang berlangsung khidmat namun juga meriah ini di antaranya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono; Presiden ke-7 RI, Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo; Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno; Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla; Wakil Presiden ke-11 RI Boediono beserta Ibu Herawati Boediono; serta Wakil Presiden ke-13 RI, K.H. Ma'ruf Amin.

Baca Juga: Peringatan Wapres Gibran: BSU untuk Biaya Hidup, Bukan Judi Online!

Hadir pula para menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Bank Indonesia, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, para duta besar negara sahabat serta undangan lain dari berbagai kalangan masyarakat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK