Akurat

Prabowo Heran Minyak Goreng Langka, Padahal Indonesia Produsen Kelapa Sawit Terbesar

Siti Nur Azzura | 15 Agustus 2025, 14:40 WIB
Prabowo Heran Minyak Goreng Langka, Padahal Indonesia Produsen Kelapa Sawit Terbesar

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat menyinggung mengenai kelangkaan minyak goreng yang pernah terjadi di Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). 

Dia merasa heran, sebab Indonesia merupakan salah satu negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Mengingat, kelapa sawit merupakan bahan baku utama dalam pembuatan minyak goreng.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI yang turut dihadiri Jokowi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). 

"Sungguh aneh, dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia, pernah mengalami kelangkaan minyak goreng. Ini aneh sekali. Tidak masuk di akal sehat," kata Prabowo. 

Baca Juga: Kemendari Imbau Pemda Waspadai Kenaikan Harga Beras dan Minyak Goreng

Terkait masalah ini, Prabowo kemudian menyinggung soal adanya pihak-pihak yang ingin menguasai kekayaan Indonesia. Dia pun menjuluki praktik ini sebagai 'serakahnomics'. 

"Dan ternyata memang itu ternyata adalah permainan manipulasi yang tadi sudah disinggung oleh Ketua DPR, yang saya beri nama serakahnomics, negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia berminggu-minggu, hampir berapa bulan, kelapa sawit (minyak goreng) langka," ucapnya.

Bukan hanya masalah minyak goreng, Prabowo juga menyoroti masalah harga pangan yang tergolong mahal. Padahal, pemerintah telah memberikan berbagai macam bantuan di sektor pangan. 

Atas berbagai masalah ini, Prabowo menduga adanya berbagai penyimpangan yang terjadi dala sistem perekonomian Tanah Air.

"Juga sungguh aneh, kita subisidi pupuk, subsidi alat pertanian, subsidi alat irigasi, waduk, kita subsidi beras, tapi harga pangan kadang-kadang tidak terjangkau oleh sebagian rakyat kita. Keanehan-keanehan ini bisa terjadi karena ada distorsi dalam sistem ekonomi kita," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.