Akurat

Prabowo Panggil Dasco, Kapolri, Kepala BIN, Kepala BGN dan Kepala Bulog untuk Pertemuan Tertutup

Atikah Umiyani | 12 Agustus 2025, 21:17 WIB
Prabowo Panggil Dasco, Kapolri, Kepala BIN, Kepala BGN dan Kepala Bulog untuk Pertemuan Tertutup

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh, mulai dari kepala badan, hingga perwakilan pimpinan DPR RI, di Istana Merdeka, Jakarta. 

Adapun, rapat tersebut diikuti oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Herindra; Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana; dan Kepala Perum Bulog Rizal Ramdhani.

Selain itu, rapat tersebut juga diikuti oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. 

Baca Juga: Puluhan Kreator Lokal Ikut Semarakkan HUT RI, PCO: Presiden Prabowo Dorong Kemajuan Sektor Industri Kreatif

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo disebut membahas berbagai isu strategis mulai dari ketahanan pangan hingga sistem pertahanan nasional. 

"Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional," ujar Seskab Teddy dalam keterangannya melalui akun instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (12/8/2025).

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pangan adalah sektor kunci dalam menjamin kemerdakaan dan kedaulatan negara. Menurutnya, suatu negara akan aman jika mampu memberi makan rakyatnya secara mandiri. 

Baca Juga: Rekor Diplomasi Dagang: Prabowo Selesaikan CEPA Indonesia–Peru Hanya 14 Bulan

"Bangsa kita akan aman kalau kita kuasai pangan kita. Kalau kita bisa amankan pangan kita, kita bisa jamin, kita beri makan rakyat kita, setiap hari setiap minggu, setiap bulan setiap tahun," ujar Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (6/8/2025). 

Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa pangan adalah sektor yang sangat strategis. Bahkan ia menganggap jika ada yang mengganggu sektor pangan, sama saja mengganggu kedaulatan Indonesia. 

"Selalu bangsa kita diganggu bahkan dirusak melalui pangan. Kalau ada bangsa lain yang ingin merusak kita dia ingin merusak pangan kita," ungkapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.