Akurat

Cari Kerja Susah Setelah di-PHK? Ini 7 Cara Efektif untuk Bangkit dan Dapat Pekerjaan Baru

Naufal Lanten | 9 Agustus 2025, 18:52 WIB
Cari Kerja Susah Setelah di-PHK? Ini 7 Cara Efektif untuk Bangkit dan Dapat Pekerjaan Baru

AKURAT.CO Banyak orang yang kehilangan pekerjaan (PHK) kini menghadapi tantangan besar: mencari kerja baru yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Fenomena ini marak terjadi sejak pandemi hingga sekarang, di tengah ketatnya persaingan dan minimnya lowongan di sektor tertentu.

Lalu, kenapa cari kerja terasa lebih sulit setelah di-PHK, dan apa saja yang bisa dilakukan untuk bangkit? Berikut penjelasan dan tips yang relevan untuk anak muda usia 18–35 tahun.


Kenapa Cari Kerja Jadi Susah Setelah di PHK?

Ada beberapa faktor yang membuat proses mencari kerja pasca-PHK menjadi lebih menantang, antara lain:

  1. Persaingan Semakin Ketat
    Banyak orang lain juga sedang mencari pekerjaan di waktu yang sama, termasuk mereka yang punya pengalaman dan skill serupa.

  2. Perubahan Kebutuhan Industri
    Beberapa sektor mengalami pergeseran kebutuhan tenaga kerja. Skill lama bisa jadi kurang relevan.

  3. Tekanan Psikologis
    Stres dan rasa minder pasca-PHK bisa memengaruhi performa saat melamar dan wawancara kerja.


7 Cara Efektif Mengatasi Sulitnya Cari Kerja Setelah di PHK

1. Perbarui CV dan Profil LinkedIn

  • Gunakan format profesional: Pastikan layout CV rapi, mudah dibaca, dan ringkas (maksimal 2 halaman).

  • Soroti pencapaian: Alih-alih hanya mencantumkan job desk, tulis hasil kerja yang bisa diukur (contoh: “Meningkatkan penjualan sebesar 35% dalam 6 bulan”).

  • Optimalkan kata kunci: Gunakan keyword yang relevan dengan posisi yang dilamar agar lolos Applicant Tracking System (ATS).

  • Aktif di LinkedIn: Update headline dan ringkasan profil, posting insight seputar industri, dan terlibat di diskusi grup profesional.


2. Ikuti Pelatihan atau Kursus Online

  • Skill upgrade = nilai tambah: Skill baru membuat CV lebih menarik di mata HRD.

  • Cari yang sesuai tren industri: Contoh, digital marketing, data analytics, AI tools, coding, desain grafis, atau UI/UX.

  • Manfaatkan platform gratis: Google Digital Garage, Coursera, atau Kampus Merdeka menawarkan banyak kursus bersertifikat gratis.

  • Sertakan sertifikat di CV: Sertifikat pelatihan menunjukkan komitmen untuk berkembang.


3. Manfaatkan Jaringan (Networking)

  • Hubungi orang dalam lingkaran terdekat: Teman kuliah, rekan kerja lama, atau komunitas.

  • Ikut acara offline/online: Webinar, workshop, atau job fair sering jadi tempat rekrutmen informal.

  • Bangun reputasi positif: Jangan hanya “minta lowongan”, tapi juga tawarkan insight atau bantuan di bidang yang kamu kuasai.

  • Follow perusahaan target: Ikuti akun media sosial dan website perusahaan untuk update lowongan lebih cepat.


Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN 2025: BNI Buka Rekrutmen untuk Lulusan IT

Baca Juga: Banyak Lowongan Kerja Palsu Beredar via WhatsApp, Kenali Ciri-cirinya Agar Tidak Tertipu

4. Jangan Pilih-Pilih di Awal

  • Ambil pekerjaan sementara: Freelance, part-time, atau proyek kontrak bisa menambah pemasukan dan pengalaman.

  • Gunakan sebagai batu loncatan: Pekerjaan sementara sering kali membuka peluang networking baru.

  • Perluas bidang pencarian: Coba posisi di luar jurusan atau pengalaman sebelumnya, selama masih relevan dengan skill yang dimiliki.


5. Optimalkan Pencarian di Platform Kerja

  • Gunakan filter spesifik: Lokasi, gaji, level pengalaman, dan jenis kontrak.

  • Aktifkan notifikasi lowongan: Supaya tidak ketinggalan postingan terbaru.

  • Daftar di beberapa platform: Jobstreet, LinkedIn Jobs, Glints, Kalibrr, dan situs resmi perusahaan.

  • Kustomisasi lamaran: Sesuaikan CV dan cover letter untuk tiap lowongan, jangan kirim template yang sama.


6. Siapkan Mental untuk Wawancara

  • Latihan jawaban: Simulasi pertanyaan umum seperti “Ceritakan tentang diri Anda” atau “Mengapa meninggalkan pekerjaan sebelumnya?”.

  • Gunakan metode STAR: (Situation, Task, Action, Result) untuk menjelaskan pengalaman kerja secara terstruktur.

  • Kelola bahasa tubuh: Kontak mata, senyum, dan postur tegak meningkatkan kesan positif.

  • Siapkan cerita positif soal PHK: Hindari menyalahkan perusahaan lama, fokus pada pembelajaran dan kesiapan untuk tantangan baru.


7. Bangun Personal Branding

  • Pilih platform yang tepat: LinkedIn untuk profesional, Instagram atau TikTok untuk menunjukkan kreativitas dan skill.

  • Posting konten bermanfaat: Tips kerja, karya, atau opini terkait industri yang kamu minati.

  • Konsisten: Personal branding tidak bisa instan, butuh konsistensi dalam berbagi konten positif.

  • Ikut kompetisi atau kolaborasi: Bisa menambah eksposur dan memperluas koneksi.

Kapan Waktu Terbaik untuk Melamar?

Menurut data dari beberapa platform lowongan kerja, hari Selasa dan Rabu biasanya menjadi waktu dengan postingan lowongan terbanyak. Manfaatkan momentum ini agar lamaran kamu dilihat lebih cepat.


Kesimpulan

Cari kerja setelah di-PHK memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan strategi yang tepat—mulai dari memperbarui CV, meningkatkan skill, hingga membangun jaringan—kesempatan untuk mendapat pekerjaan baru tetap terbuka lebar.

Kalau kamu sedang berada di fase ini, jangan menyerah. Ingat, setiap krisis bisa jadi peluang untuk membangun karier yang lebih baik.

Pantau terus artikel seputar tips karier dan dunia kerja di Akurat.co untuk info terbaru yang bermanfaat.

Baca Juga: Astra Group Buka 191 Lowongan Kerja Agustus 2025, Cek Posisi dan Syaratnya di Sini

Baca Juga: Mau Kerja Bareng Raffi Ahmad-Nagita Slavina? RANS Kosmetika Buka Lowongan Nih!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.