Akurat

Prabowo Ingin Masyarakat Berdaya, Tak Bergantung pada Bansos

Atikah Umiyani | 5 Agustus 2025, 22:01 WIB
Prabowo Ingin Masyarakat Berdaya, Tak Bergantung pada Bansos

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah salah satu pilar penting yang ingin diwujudkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Dia mengatakan, Presiden Prabowo ingin agar masyarakat Indonesia bisa hidup secara berdaya dan tidak selalu bergantung pada bantuan sosial (bansos). Mengingat, bansos merupakan bantuan yang sifatnya sementara dan bukan seumur hidup. 

Oleh karena itu, Kementerian Sosial akan melakukan evaluasi per 5 tahun sekali guna memantau kelayakan dari para penerima bansos. 

Baca Juga: Cek Penerima Bansos Atensi Anak Yatim Piatu (YAPI) di Sini, Cair Rp600 Ribu

"Jangan kita larut dalam pemberian bansos. Itu satu hal, tapi lebih dari itu, mereka harus berdaya. Bagi usia produktif, kita akan evaluasi setiap lima tahun sekali. Kalau layak naik kelas, pindah ke program pemberdayaan. Kalau tidak, tetap diberikan bansos," ucap Gus Ipul di Ponorogo, Jawa Timur, dikutip Selasa (5/8/2028). 

Dia menjelaskan, evaluasi dan pemutakhiran data bansos dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BPS, pemerintah daerah, dan berbagai pihak. Data terbaru dari BPS menjadi acuan penyaluran bansos setiap triwulan.

"Data itu sangat dinamis, setiap hari ada yang meninggal, lahir, pindah, atau menikah. Kalau kita konsisten memperbarui data, penyaluran bansos akan makin akurat," ujarnya.

Dia juga mengutarakan keprihatinannya, terkait temuan lebih dari 600 ribu penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online. Di mana, sekitar 300 ribu di antaranya adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH). 

"Sebanyak 230 ribu sudah langsung kami putus penyalurannya. Sisanya masih kami dalami, termasuk kemungkinan data mereka disalahgunakan pihak lain," tukasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.