MRF Harus Jadi Gerakan Nasional, Bukan Proyek Musiman

AKURAT.CO Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, menyatakan dukungannya terhadap rencana Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang mendorong pengelolaan Material Recovery Facility (MRF) oleh masyarakat dan koperasi lokal.
Menurutnya, model ini bisa menjadi terobosan nyata dalam mengurai kompleksitas persoalan sampah nasional.
“Saya mendukung penuh pengelolaan MRF oleh masyarakat atau koperasi lokal. Ini bukan hanya soal teknis pengelolaan sampah, tapi juga menyangkut pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesadaran, dan partisipasi publik dalam menjaga lingkungan,” ujar Ateng di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Ateng menilai, sistem lama yang hanya mengandalkan pengangkutan dan penimbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah usang dan tidak lagi relevan.
Ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari sekadar membuang menjadi mengelola sampah sebagai sumber daya yang bernilai.
“Setiap hari kita menghasilkan ratusan ribu ton sampah. Kalau hanya dikumpulkan lalu dikubur, itu bukan solusi jangka panjang. Kita harus kelola dengan benar agar memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis,” tegasnya.
Ateng juga menyambut baik penunjukan Jakarta Utara sebagai pilot project pengelolaan sampah nasional berbasis peta jalan KLH.
Baca Juga: Satu Emas Berapa Gram? Ini Penjelasan dan Cara Hitung yang Akurat!
Namun, ia mengingatkan, proyek percontohan ini harus disertai dukungan regulasi, pendanaan, dan pendampingan teknis secara menyeluruh.
“MRF bukan sekadar membangun gedung. Harus ada pelatihan kader lokal, penyediaan alat pemilah, peran aktif dinas lingkungan hidup, serta jaminan pasar daur ulang. Tanpa itu, proyek ini berisiko mandek di tengah jalan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, MRF berbasis komunitas di berbagai daerah telah terbukti mampu menciptakan lapangan kerja, membuka sumber pendapatan baru dari hasil daur ulang, serta mengurangi beban operasional daerah dalam pengelolaan sampah.
Namun begitu, Ateng juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang harus segera diatasi, seperti minimnya kapasitas SDM, rendahnya kualitas sampah akibat tidak dipilah dari sumbernya, hingga ketergantungan pada pasar daur ulang yang belum stabil.
“Solusinya tidak cukup dengan membangun fisik MRF. Harus ada pembiayaan awal, pelatihan teknis, dan perlindungan harga hasil daur ulang agar masyarakat tidak kehilangan semangat,” tambahnya.
Ia menekankan, kesadaran rumah tangga dalam memilah sampah sejak dari sumber merupakan kunci keberhasilan sistem ini. Tanpa partisipasi warga sejak awal, MRF tidak akan bisa berjalan efektif.
“Kalau tidak dipilah dari rumah, MRF tidak akan sanggup memilah semuanya sendiri. Maka edukasi dan insentif kepada warga menjadi syarat utama agar sistem ini bisa berjalan optimal,” ucapnya.
Baca Juga: Kanada Terbuka: Emma Raducanu Kalahkan Elena-Gabriela Ruse, Makin Matang Jelang AS Terbuka
Ateng pun mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mewajibkan masyarakat memilah sampah, tetapi juga hadir memberikan pendampingan dan insentif yang memadai.
“Kewajiban tanpa edukasi hanya akan membebani. Tapi jika warga dilibatkan dan merasakan manfaat finansial maupun lingkungan, MRF bisa tumbuh jadi gerakan nasional yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









