Akurat

Soal Kesepakatan Dagang dengan Trump, Prabowo Jamin Menguntungkan Kedua Negara

Atikah Umiyani | 16 Juli 2025, 13:55 WIB
Soal Kesepakatan Dagang dengan Trump, Prabowo Jamin Menguntungkan Kedua Negara

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengakui telah melakukan pembicaraan yang baik dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui sambungan telepon.

Dalam sambungan tersebut, dirinya dan Trump membahas hubungan dagang dan telah menemukan kesepakatan yang saling menguntungkan untuk kedua negara.

"Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump. Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar," kata Prabowo melalui instagram pribadinya, Rabu (16/7/2025).

Baca Juga: Tarif Trump 19 Persen, Wamen Investasi: RI Masih Jadi Negara Strategis Bagi AS

Pada kesempatan itu, Prabowo juga turut menyampaikan salam hangat dari Trump kepada seluruh rakyat Indonesia. "Presiden Trump menyampaikan salam hangatnya kepada seluruh rakyat Indonesia," ungkap Prabowo.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Indonesia, dan menetapkan tarif 19 persen atas barang-barang Indonesia yang masuk ke AS.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, yang difinalisasi setelah Trump berbicara dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, barang-barang yang telah diangkut ulang untuk menghindari bea masuk yang lebih tinggi akan dikenakan pungutan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Menkeu AS Desak Powell segera Mundur Dari Dewan Fed

"Sebagai bagian dari Perjanjian ini, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli Energi AS senilai USD15 miliar, Produk Pertanian Amerika senilai USD4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing Jet, banyak di antaranya adalah 777," tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya, dikutip Al Jazeera, Rabu (16/7/2025).

Trump mengatakan bahwa perjanjian tersebut merupakan hasil hubungan langsung dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

"Saya berbicara dengan presiden mereka yang sangat hebat, sangat populer, sangat kuat, cerdas, dan kami mencapai kesepakatan," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.