Akurat

Kongres Ke-XXII GMNI Angkat Isu Penjajahan Gaya Baru

Wahyu SK | 15 Juli 2025, 17:27 WIB
Kongres Ke-XXII GMNI Angkat Isu Penjajahan Gaya Baru

AKURAT.CO Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi membuka kongres ke-XXII di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Acara yang mengusung tema "Bersatu, Lawan Penjajahan Gaya Baru" itu dihadiri berbagai tokoh nasional, perwakilan organisasi mahasiswa Se-Indonesia, akademisi dan elemen masyarakat sipil.

Gedung Merdeka dipilih sebagai lokasi kongres karena nilai historisnya sebagai tempat Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan bentuk konkret solidaritas negara-negara dunia ketiga.

Kongres ini menjadi momentum strategis bagi GMNI untuk merumuskan sikap politik organisasi dalam menghadapi tantangan global dan menguatkan kembali semangat perjuangan Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno.

Baca Juga: Mayoritas Cabang Boikot Kongres GMNI 28 Juni, Dinilai Hanya Langgengkan Kekuasaan Imanuel Cahyadi

"Ini mungkin momen spesial karena sudah lima tahun GMNI tidak melaksanakan kongres. Biasanya dua tahun sekali. Tapi hari ini, di Gedung Merdeka, tempat kemerdekaan dan keberanian dulu didengungkan lewat Konferensi Asia Afrika, kita kembali bersatu untuk melawan bentuk penjajahan gaya baru," ujar Ketua Umum GMNI, Imanuel Cahyadi, dalam sambutannya.

Dia juga mengapresiasi kehadiran tamu undangan dari sejumlah perwakilan kementerian seperti Kemenpora, Komdigi, Kementerian Koperasi serta tokoh-tokoh alumni GMNI, termasuk mantan Sekjen Presidium GMNI, Mas Cokro.

"Kita ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Ini menjadi bukti bahwa perjuangan mahasiswa tetap relevan dan penting dalam menyelamatkan masa depan bangsa," kata Imanuel.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah.

Baca Juga: Ihwal Syarat Batas Umur Capres-cawapres, GMNI: Berikan Hak Politik Warga Negara Secara Utuh

Pembawa acara mengarahkan seluruh tamu undangan untuk berdiri sebagai bentuk penghormatan saat kongres secara simbolis dibuka oleh tokoh senior GMNI, Suko Sudarsono.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa Kongres GMNI yang ke-22 saya buka. Merdeka, merdeka," seru Suko disambut pekikan semangat para peserta.

Sebagai informasi, GMNI merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri sejak 1954 dan dikenal sebagai gerakan yang mengusung ideologi Marhaenisme.

Dalam sejarahnya, GMNI aktif dalam dinamika politik dan sosial nasional dengan menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Baca Juga: Tudingan Anak Menteri Monopoli Bisnis Lapas, GMNI: Rawan Hoaks di Tahun Politik

Kongres Nasional GMNI merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam struktur organisasi.

Selain memilih kepemimpinan nasional yang baru, forum ini juga menjadi ajang konsolidasi ideologis dan penentuan arah perjuangan strategis.

Tema besar tahun ini mencerminkan kekhawatiran terhadap dominasi kekuatan asing dalam bidang ekonomi, budaya dan digitalisasi.

GMNI memandang pentingnya keberdaulatan bangsa di tengah ketimpangan global dan tekanan neoliberalisme yang kian kompleks.

Baca Juga: Alumni GMNI Diminta Perkuat Narasi Persatuan di Medsos

Kongres Ke-XXII GMNI dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai agenda, termasuk sidang pleno, diskusi panel dan pemilihan ketua umum.

Harapannya, kongres ini tidak hanya melahirkan pemimpin muda progresif tetapi juga memperkuat gerakan mahasiswa nasional dalam menjawab tantangan zaman.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK