Bocah Penari Pacu Jalur Mendunia, Ternyata Ini Perannya di Atas Sampan

AKURAT.CO Aksi anak-anak yang menari di atas sampan saat perlombaan Pacu Jalur, kembali memikat banyak kalangan dari seluruh dunia. Tarian yang ikonik dengan penampilan nyentrik, membuat banyak orang memparodikan aksi tersebut.
Nyatanya, hal ini bukan pertama kalinya terjadi. Aksi penari Pacu Jalur ini juga pernah mendunia beberapa tahun silam. Hal ini menandakan, budaya Indonesia selalu menarik perhatian banyak orang di seluruh penjuru dunia.
Pacu Jalur adalah perlombaan tradisional dayung perahu atau sampan atau kano yang terbuat dari kayu gelondongan utuh, yang dibentuk menjadi perahu khas Rantau Kuantan yang berasal dari kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Indonesia.
Baca Juga: Pacu Jalur Viral di TikTok! Ini Sejarah, Makna, dan Aksi Anak “Aura Farming” yang Bikin Dunia Terpukau
Pacu Jalur diadakan setiap tahun di sungai Batang Kuantan di bawah rangkaian acara Festival Pacu Jalur, yang mana merupakan festival tahunan terbesar bagi masyarakat setempat, terutama di ibukota kabupaten Teluk Kuantan, selama ratusan tahun.
Event pacu jalur terbilang unik dan menarik. Sebab, ada penari viral di depan jalur yang terlihat asyik bergoyang ketika jalur melaju kencang membelah Sungai Kuantan. Ada yang menari seperti ular, naga, dan lainnya.
Meski demikian, penari Pacu Jalur tidak hanya satu orang, melainkan ada tiga orang yang terlihat menari saat jalur melaju kencang, dan memiliki perannya masing-masing.
Di antaranya, Tukang Tari atau Anak Coki yang menari di posisi paling depan, kemudian ada Timbo Ruang berada di tengah jalur yang bertugas sebagai pemberi komando bagi para anak pacu atau atlet. Ketiga adalah Tukang Onjai yang berada di paling belakang, fungsinya untuk mengarahkan jalur.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemanfaatan Danais DIY untuk Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif dan Budaya
Biasanya bocah penari ini akan menari di depan jalur kalau dia menang atau unggul. Kalau masih berimbang biasanya hanya berayun-ayun saja. Setelah finish, penari akan sujud syukur di ujung perahu.
Dikutip laman Kemenparekraf, pemilihan anak-anak bukan tanpa alasan. Sebab, berat badan anak-anak tergolong ringan, sehingga posisinya berada di depan jalur.
Sedangkan untuk posisi Timbo Ruang biasanya dipilih remaja. Sementara yang menjadi Tukang Onjai dipilih yang sudah dewasa.
Keterlibatan bocah sebagai penari sempat hilang saat event digelar beberapa kali terakhir. Namun mulai 2023, semua jalur wajib memiliki tiga elemen seperti Penari, Timbo Ruang, dan Onjai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









