Kemendes PDT dan ESDM Bahas Pembangunan PLTS untuk Aliri Listrik di Desa Terpencil

AKURAT.CO Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mendukung langkah cepat dan komitmen Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam mendorong swasembada dan pemerataan energi, khususnya di desa-desa yang belum teraliri listrik.
"Kami sangat senang dan mengapresiasi komitmen Pak Bahlil yang begitu kuat membangun bangsa dan negara dengan kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil. Terutama dalam hal mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang masuk dalam kategori belum teraliri listrik atau hanya sebagian waktu saja pengaliran listriknya. Ini adalah keberpihakan nyata," ujar Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria, di Jakarta, dikutip Jumat (4/7/2025).
Hal ini disampaikan Ariza dalam pertemuan bersama Muhammad Pradana Indraputra, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor ESDM, yang berlangsung di Kantor Kemendes PDT.
Baca Juga: PLTS Jadi Andalan Pemerintah untuk Terangi 5.600 Desa dalam 5 Tahun ke Depan
Pertemuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut pertemuan antara Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya telah membahas pentingnya sinergi lintas kementerian dalam percepatan elektrifikasi desa berbasis energi terbarukan.
Dalam pertemuan lanjutan ini, dibahas secara mendalam rencana penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk wilayah-wilayah desa yang belum tersambung jaringan listrik, sebagai solusi yang cepat dan efisien bagi desa dengan status desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.
"Kami langsung memberikan arahan teknis terkait daerah-daerah yang selama ini menghadapi kendala dalam mendapatkan akses listrik. Mulai dari keterpencilan geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga minimnya skema pembiayaan lokal. Dari data Indeks Desa Membangun yang saat ini terintegrasi menjadi indeks desa maupun Data SDGs Desa, yang siap digunakan untuk validasi target program dari Kementerian ESDM," jelas Ariza.
Dia menegaskan, semangat dan arah kebijakan Menteri ESDM ini sangat selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan pembangunan dari desa dan dari pinggiran. Menurutnya, desa harus menjadi subjek utama dalam agenda kemandirian energi nasional.
"Ini juga merupakan wujud dari cita-cita besar Pak Prabowo Subianto dalam mewujudkan desa maju, mandiri, dan berdaulat. Energi adalah syarat utama kemajuan. Tanpa listrik, anak-anak tidak bisa belajar di malam hari, layanan kesehatan terbatas, dan ekonomi sulit tumbuh. Maka kami sangat siap menjadi bagian dari akselerasi ini," tambahnya.
Baca Juga: Wujudkan Pemerataan Energi dan Ekonomi, PLN Resmikan 13 PLTS
Dalam pertemuan itu, Kemendes PDT juga menegaskan kesiapannya untuk:
- Membantu menyalurkan informasi tentang desa-desa dengan status sangat tertinggal dengan ESDM dan PLN, khususnya untuk validasi target 3000-10.000 desa penerima PLTS
- Mengintegrasikan BUMDes dan kelembagaan desa dalam pengelolaan energi desa.
- Mendorong kolaborasi pembiayaan lintas sektor, termasuk melalui Dana Desa dan program DAK tematik.
- Menjadikan program elektrifikasi desa sebagai bagian dari upaya pengentasan desa berstatus sangat tertinggal dan tertinggal.
Ariza menegaskan, Kemendes PDT siap menjadi mitra utama dalam mewujudkan swasembada energi di desa-desa Indonesia. "Karena listrik bukan sekadar cahaya, tapi harapan bagi masa depan desa dan generasi penerus bangsa," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









