Akurat

Pakar Etika Pers Wina Armada Wafat Sore Ini

Oktaviani | 3 Juli 2025, 17:42 WIB
Pakar Etika Pers Wina Armada Wafat Sore Ini


AKURAT.CO Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Wartawan senior dan pakar etika pers, Wina Armada Sukardi, berpulang ke rahmatullah pada Kamis (3/7/2025), pukul 15.59 WIB dalam usia 65 tahun.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sahabat semua baru saja sekitar pukul 15.59 sahabat terbaik kita WINA ARMADA telah pergi meninggalkan kita, menghadap illahi rabbi. Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” demikian pesan elektronik yang diterima Akurat.co.

Almarhum dikenal luas sebagai pemikir yang tajam, pendidik, dan penjaga marwah kebebasan pers di Indonesia.

Ia menjabat sebagai anggota Steering Committee Kongres Persatuan PWI 2025 dan semasa hidupnya telah memberikan kontribusi penting dalam membangun ekosistem pers yang profesional dan beretika.

Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1959, Wina Armada menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Karier jurnalistiknya terentang panjang sejak era Orde Baru hingga kini. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal PWI Pusat periode 2003–2008, serta dua kali menjabat anggota Dewan Pers (2004–2007 dan 2007–2010).

Di lembaga itu, ia dipercaya memimpin Komisi Hukum dan Perundang-undangan.

Baca Juga: Profil Andre Silva, Pemain Bola yang Tewas Bersama Kakaknya Diogo Jota dalam Kecelakaan Tragis

Tak hanya sebagai organisator, Wina juga dikenal sebagai penulis produktif dan kritis. Ia telah menulis puluhan artikel serta sejumlah buku penting, seperti Wajah Hukum Pidana Pers dan Menggugat Kebebasan Pers.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga menaruh perhatian besar pada literasi anak, dengan merintis antologi puisi anak bertajuk Pacul Berdarah.

Sekretaris Panitia Kongres PWI 2025, Tubagus Adhi, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Wina Armada.

“Beliau bukan hanya wartawan senior, tetapi juga guru, pemikir, dan penjaga nalar hukum dalam dunia pers. Kontribusinya luar biasa dan akan selalu kami kenang,” ujarnya.

Bagi kalangan jurnalis, Wina bukan hanya tokoh penting, melainkan teladan. Ia dikenal selalu hadir dalam berbagai forum, diskusi, hingga sidang-sidang etik, demi menjaga integritas profesi wartawan.

Rumah duka beralamat di Jalan Mawar No. 1, RT 02 RW 14, Bintaro, Jakarta Selatan (dekat SMP 178 dan Masjid Al-Husnah).

Sejumlah tokoh pers, kolega, sahabat, dan keluarga telah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Wina Armada pergi dengan meninggalkan jejak panjang pengabdian pada dunia jurnalistik. Namun karya-karya dan warisannya akan tetap hidup dalam benak para wartawan dan pecinta kebebasan berekspresi di negeri ini.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Real Madrid di La Liga Musim 2025-2026

Selamat jalan, Wina Armada. Pena dan pemikiranmu akan terus menjadi suluh bagi kebebasan pers Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.