Pembentukan Kopdes di Kaur Terkendala Jalan Rusak dan Tak Ada Listrik, Mendes Siap Cari Solusi

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, mengunjungi Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu untuk memantau perkembangan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Dia ungkapkan rasa optimistis dengan adanya program Presiden Prabowo Subianto, yaitu Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan dibangun sebanyak 80.000 unit.
"Presiden Prabowo memastikan jika kehadiran Kopdes Merah Putih ini tidak akan mematikan BUMDesa tapi bisa seiring sejalan dan saling menguatkan," kata Yandri, Sabtu (7/6/2025).
Baca Juga: 1.013 Koperasi Desa Merah Putih Akan Dibangun di Papua
Dia pun berkomitmen untuk membantu daerah dalam mempersiapkan keperluan pembangunan Kopdes Merah Putih. Saat ini, seluruh desa di Kabupaten Kaur telah menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).
Sekitar 80 persen Kopdes Merah Putih sudah proses legalisasai Akte Notaris, dan sekitar 60 persen telah mendapatkan Surat Keputusan (SK).
Meski demikian, dia memperoleh laporan dari Bupati Kaut soal infrastruktur di Kabupaten ujung Bengkulu tersebut. Seperti kondisi jalan desa hingga sejumlah desa yang belum miliki listrik dan sinyal.
Dia pun berjanji akan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait, agar ditemukan solusi konkrit atas sejumlah persoalan tersebut. "Kami sudah MoU dengan 34 Kementerian/Lembaga untuk menyelesaikan persoalan desa-desa di Indonesia," katanya.
Dia pun meminta Gubernur Bengkulu dan Para Kepala Daerah, untuk petakan potensi yang dimiliki termasuk permasalahan yang dihadapi selama ini.
"Kami akan membantu memfasilitasi Gubernur dan Para Kepala Daerah untuk mempresentasikan kepada Kementerian/Lembaga terkait di Jakarta untuk bisa ditemukan solusi konkrit," jelasnya.
Baca Juga: Genjot Produksi, Sentra Bawang Goreng Solok Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
Mendes Yandri menegaskan, desa memang menjadi perhatian Presiden Prabowo karena desa disebut secara gamblang pada Asta Cita Presiden ke enam, yaitu 'Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan'.
Dia meyakini, jika kehadiran Kopdes Merah Putih bakal mengendalikan harga bahan baku dan sembako serta memutus mata rantai tengkulak yang mencekik rakyat. Pinjaman berbunga tinggi dari rentenir, bakal terputus dengan adanya Kopdes Merah Putih ini karena salah satunya unit usahanya Simpan Pinjam.
"Tujuh unit bisnis yang diwajibkan ada dalam ekosistem pembentukan Koperasi Merah Putih adalah kantor koperasi, kios pengadaan sembako, unit bisnis simpan pinjam, klinik kesehatan desa/kelurahan, apotek desa atau kelurahan, sistem pergudangan atau cold storage, dan sarana logistik," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









