Program Cek Kesehatan Gratis Wujud Negara Jamin Kesejahteraan Rakyat

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, mengatakan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah bentuk nyata komitmen negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat, melalui akses kesehatan yang inklusif.
Sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, hak atas kesehatan dan layanan yang layak adalah hak asasi manusia yang harus dipenuhi negara.
Oleh karena itu, program CKG menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia Emas 2045, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Baca Juga: Mulai Juli 2025, Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo Menyasar Anak Sekolah
"Saya mengapresiasi atas kerja keras para tenaga kesehatan dan tingginya partisipasi masyarakat," kata Wapres, Jumat (23/5/2025).
Menurutnya, layanan kesehatan bukanlah fasilitas tambahan bagi masyarakat, namun hak dasar setiap warga negara. Sehingga, negara wajib hadir dan memastikan tidak ada satupun warga yang tertinggal dari akses layanan medis yang memadai.
Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming pagi ini, Jumat (23/05/2025) berkunjung ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah berlangsung di Puskesmas Margadadi, Indramayu.
Didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Gibran memantau langsung seluruh alur layanan CKG, mulai dari proses pendaftaran hingga pemeriksaan dan konsultasi medis.
Dia juga menyempatkan berdialog dengan tenaga kesehatan, dan menyapa warga yang tengah mengantri untuk memperoleh layanan gratis dari negara tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Margadadi, Nurkhasanah, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program CKG terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan saat ini mencapai 20 hingga 30 orang per hari.
Dia menjelaskan, awal kegiatan ini dilaksanakan kurangnya antusias masyarakat karena yang bisa periksa CKG adalah yang berulang tahun. Seperti yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
"Namun seiring dalam perjalanan waktu, itu kan berubah. Bahwa memang baik yang berulang tahun ataupun yang tidak berulang tahun, masyarakat bisa mengakses CKG ini. Alhamdulillah, setelahnya, sekarang animonya jadi meningkat," paparnya.
Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Sentuh 5,3 Juta Orang, Tantangan Ada di Daerah dan Lansia
Untuk itu, pihaknya terus aktif melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi, seperti melalui Posyandu maupun media sosial.
"Kami memang setiap bulan itu ada pertemuan lintas sektor. Di situ ada camat, kuwu, lurah, serta kepala OPTD lain. Jadi kami informasikan di situ tentang CKG. Dari lurah, kuwu, mungkin kan nanti ada ke bawah RT RW dan lain sebagainya," ujarnya.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan. Sosialisasi program CKG saat ini terus digencarkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui dinas kesehatan ke seluruh fasilitas layanan kesehatan.
"Banyak masyarakat yang dulu mengira ini hanya untuk yang berulang tahun. Tapi kini mereka tahu bahwa CKG bisa diakses siapa saja, anytime, dan bisa dimanapun," tutur Lucky.
"Dengan ada satu sistem aplikasi yang bisa membuat orang bisa periksa dimanapun, dan tidak bisa melakukan pemeriksaan dua kali. Jadi, tidak bisa diakal-akalin nih, tapi tentu memudahkan. Mungkin orang yang ber-KTP di satu kecamatan A, bisa melakukan pemeriksaan di kecamatan B, atau bahkan di lintas kabupaten," imbuhnya.
Lucky menambahkan bahwa banyak kasus orang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah. Padahal, apabila di cek lebih awal, pengobatan bisa lebih ringan.
Untuk itu, dia mengajak para kepala daerah lain untuk lebih gencar mensosialisasikan program CKG dan menghimbau masyarakat untuk mengikuti program prioritas Presiden Prabowo ini.
"Saya berharap seluruh pemerintah daerah di seluruh Indonesia, untuk ramai-ramai mensosialisasikan program yang sangat bagus, sesuai dengan asta cita dari Pak Prabowo dan Pak Gibran, artinya bahwa periksa sebelum kenapa-napa, sedia payung sebelum hujan," ajaknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









