Akurat

Menko PMK: Indonesia Butuh Generasi Cerdas, Sehat, dan Bijak Berteknologi

Ahada Ramadhana | 16 Mei 2025, 14:28 WIB
Menko PMK: Indonesia Butuh Generasi Cerdas, Sehat, dan Bijak Berteknologi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya membentuk generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan moral.

Selain itu, generasi masa depan harus memiliki daya juang dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman yang cepat.

"Sehat mental itu penting. Sehat moral itu wajib. Jangan jadi orang cerdas tapi tidak sehat. Dan yang lebih penting lagi adalah menjadi pembelajar, karena dunia berubah sangat cepat," ujar Pratikno di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Ia menekankan, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya pengentasan stunting.

Menurutnya, stunting merupakan hambatan serius bagi tumbuh kembang anak yang akan berdampak pada kemampuan belajar dan produktivitas jangka panjang.

“Anak-anak yang sudah mengalami stunting, itu artinya modal dasarnya terbatas untuk dikembangkan lebih lanjut. Penanganan stunting adalah fondasi membangun SDM unggul,” tambahnya.

Pratikno juga menyoroti pentingnya edukasi bagi remaja dan calon orang tua mengenai gizi dan kesehatan sejak dini. Ia menyarankan agar edukasi tersebut menjadi bagian dari kurikulum pendidikan nasional.

Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Perawatan Tanam Rambut hingga Eye Fat Removal Kini Tersedia di Indonesia

Selain isu kesehatan, Pratikno menyoroti tantangan dunia pendidikan akibat disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, paparan informasi instan dari AI dapat menghambat pembentukan nalar kritis jika tidak diimbangi dengan pembelajaran yang tepat.

"Bayangkan jika sejak kecil anak terbiasa hanya bertanya ke AI untuk menjawab semuanya. Bisa-bisa kemampuan berpikir kritis mereka tidak berkembang. Maka, critical thinking harus jadi dasar pendidikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemampuan berpikir kritis harus dibarengi dengan sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, literasi digital dan etika penggunaan teknologi menjadi aspek yang tak kalah penting.

“Cerdas menggunakan teknologi itu perlu. Tapi yang wajib adalah bijak. Anak-anak harus dibekali kemampuan verifikasi informasi, tidak hanya menerima begitu saja. Di sinilah pentingnya literasi digital dan nilai etika dalam berteknologi,” pungkas Pratikno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.