Menko PMK: Indonesia Butuh Generasi Cerdas, Sehat, dan Bijak Berteknologi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya membentuk generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan moral.
Selain itu, generasi masa depan harus memiliki daya juang dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman yang cepat.
"Sehat mental itu penting. Sehat moral itu wajib. Jangan jadi orang cerdas tapi tidak sehat. Dan yang lebih penting lagi adalah menjadi pembelajar, karena dunia berubah sangat cepat," ujar Pratikno di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Ia menekankan, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya pengentasan stunting.
Menurutnya, stunting merupakan hambatan serius bagi tumbuh kembang anak yang akan berdampak pada kemampuan belajar dan produktivitas jangka panjang.
“Anak-anak yang sudah mengalami stunting, itu artinya modal dasarnya terbatas untuk dikembangkan lebih lanjut. Penanganan stunting adalah fondasi membangun SDM unggul,” tambahnya.
Pratikno juga menyoroti pentingnya edukasi bagi remaja dan calon orang tua mengenai gizi dan kesehatan sejak dini. Ia menyarankan agar edukasi tersebut menjadi bagian dari kurikulum pendidikan nasional.
Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Perawatan Tanam Rambut hingga Eye Fat Removal Kini Tersedia di Indonesia
Selain isu kesehatan, Pratikno menyoroti tantangan dunia pendidikan akibat disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, paparan informasi instan dari AI dapat menghambat pembentukan nalar kritis jika tidak diimbangi dengan pembelajaran yang tepat.
"Bayangkan jika sejak kecil anak terbiasa hanya bertanya ke AI untuk menjawab semuanya. Bisa-bisa kemampuan berpikir kritis mereka tidak berkembang. Maka, critical thinking harus jadi dasar pendidikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemampuan berpikir kritis harus dibarengi dengan sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Menurutnya, literasi digital dan etika penggunaan teknologi menjadi aspek yang tak kalah penting.
“Cerdas menggunakan teknologi itu perlu. Tapi yang wajib adalah bijak. Anak-anak harus dibekali kemampuan verifikasi informasi, tidak hanya menerima begitu saja. Di sinilah pentingnya literasi digital dan nilai etika dalam berteknologi,” pungkas Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok









