Akurat

Pemerintah Komitmen Perbaiki Program Makan Bergizi Gratis, Tingkatkan Pengawasan hingga Evaluasi SOP

Atikah Umiyani | 16 Mei 2025, 10:44 WIB
Pemerintah Komitmen Perbaiki Program Makan Bergizi Gratis, Tingkatkan Pengawasan hingga Evaluasi SOP

AKURAT.CO Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO RI memastikan bahwa pemerintah berkomitmen terus memperbaiki tata kelola dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tenaga Ahli Utama PCO, Adita Irawati, menyebutkan, sejauh ini setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis selalu gencar meningkatkan pengawasan, sejak pembelian bahan baku sampai makanan dinikmati penerima manfaat.

"Pemerintah berkomitmen menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan SOP. Serta peningkatan pengawasan," katanya, saat kunjungan kerja ke SPPG Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, pada Kamis (15/5/2025).

Baca Juga: DPR Dorong Program Makan Bergizi Gratis Lebih Ramah Lingkungan

Adita berharap, evaluasi rutin yang dilakukan pemerintah bisa membuat program MBG berjalan sukses.

Ia juga berharap penerima manfaat program ini bisa terus meningkat agar dampak yang didapatkan semakin besar.

"Kami berharap Program ini terus berjalan dengan baik dan dapat mewujudkan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar pada November 2025, target 82,9 juta penerima manfaat tercapai," ujarnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Komitmen Percepat Perbaikan Ekonomi Desa dan Perluas Program Makan Bergizi Gratis

"Sehingga cita-cita mulia Presiden Prabowo, dari program MBG dapat terwujud lahirnya generasi emas untuk mencapai visi Indonesia emas 2045. Mari terus kita dukung program ini," lanjut Adita.

Dalam kunjungan ini, Adita juga berbincang dengan Kepala SPPG, Ryan Putra, dan Ahli Gizi, Syifa Dzikra Noer Hakim, terkait operasional SPPG agar kualitas makanan terjaga.

Dalam perbincangan itu dijelaskan soal peraturan yang wajib ditaati semua orang yang masuk ke area SPPG. Seperti penggunaan masker, penutup kepala dan sarung tangan.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Butuh Perbaikan Tata Kelola dan Fokus ke Daerah Terpencil

Bahkan, pegawai di SPPG Lapas Kelas I Sukamiskin wajib menggunakan seragam lengan panjang.

Syifa mengatakan, ahli gizi sudah menetapkan spesifikasi bahan baku yang layak untuk dimasak untuk MBG. SPPG juga menempatkan satu orang sebagai pengawas kualitas bahan baku.

Bahan baku yang sudah lolos quality control akan dibersihkan, kemudian dimasak.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Penuhi Gizi Anak, Bentuk Disiplin Lingkungan

SPPG juga menetapkan SOP pembelian bahan baku setiap hari untuk menjamin kualitas tetap segar.

Setelah makanan matang, ahli gizi akan mencicipi. Proses ini penting untuk mengetahui apakah makanan layak dikonsumsi, baik dari tingkat kematangan maupun rasa.

"Tidak boleh terlalu pedas, terlalu asin, atau terlalu manis. Kami ingin makanan bisa dinikmati anak-anak. Selain saya, juga ada relawan yang mencicipi," ujarnya.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Serap Susu Peternak Lokal: Harga Naik, Ekonomi Tumbuh

Kemudian makanan dikemas menggunakan ompreng atau tempat makan tertutup. Setelah itu, ompreng dimasukkan ke kotak besar.

Makanan dikirim menggunakan mobil boks ke sekolah. Sebelum makanan dinikmati anak-anak, guru akan mencicipi untuk memastikan kelayakan.

"Jadi, guru juga mengecek makanannya apakah kualitasnya masih baik atau tidak ketika sampai di sekolah. Karena kalau di sini kita coba, memang masih baik tapi dalam perjalanan kita tidak tahu. Jadi untuk memastikan, kita minta guru untuk mengecek juga apakah makanan masih layak dimakan atau tidak," jelas Syifa.

Baca Juga: Prabowo Minta Wadah Makan Bergizi Gratis Buatan Lokal, Bukan Impor

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK