Akurat

Mulai Juli 2025, Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo Menyasar Anak Sekolah

Paskalis Rubedanto | 14 Mei 2025, 23:45 WIB
Mulai Juli 2025, Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo Menyasar Anak Sekolah

AKURAT.CO Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan diperluas cakupannya ke anak-anak usia sekolah mulai Juli 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan pada kelompok usia dini.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, selama ini CKG difokuskan pada anak usia di bawah sekolah dan orang dewasa. Kini, pemerintah ingin menjangkau kelompok usia yang lebih luas.

“Bulan Juli nanti ada program baru: Cek Kesehatan Gratis untuk anak-anak sekolah. Karena selama ini kan hanya anak usia prasekolah, nanti kita perluas ke yang sudah sekolah,” ujar Budi usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Menurut Budi, anak usia sekolah merupakan kelompok strategis yang harus dipantau kesehatannya secara berkala.

Pemeriksaan berkala dinilai mampu mengidentifikasi lebih awal berbagai masalah kesehatan seperti gizi buruk, gangguan penglihatan, pendengaran, dan kesehatan gigi.

Baca Juga: Rekrutmen 1.000 Petugas Damkar Disambut Positif, DPRD DKI Ingatkan Soal Minimnya Pos di Kelurahan

“Dengan deteksi sejak dini, kita bisa mencegah munculnya penyakit kronis di masa depan,” ujarnya.

Sejak resmi diluncurkan pada 10 Februari 2025, program CKG telah menjangkau lebih dari 5,6 juta peserta. Pemerintah menargetkan layanan ini bisa menjangkau hingga 50 juta warga dalam setahun.

Budi optimistis, perluasan ke sekolah-sekolah akan mendorong percepatan pencapaian target partisipasi harian yang saat ini telah menembus angka 180 ribu orang.

“Kalau masuk ke anak sekolah, saya rasa peningkatannya bisa jauh lebih cepat,” katanya.

Ia menegaskan, CKG tak berhenti pada proses pemeriksaan semata, tetapi juga dilanjutkan dengan tindak lanjut medis yang terintegrasi lewat Puskesmas.

“Bukan cuma dicek, tapi ditindaklanjuti. Yang hasilnya merah atau kuning harus dapat perawatan lanjutan,” tegas Budi.

Baca Juga: Prabowo Serukan Aksi Nyata untuk Palestina: Cukup Resolusi, Saatnya Bertindak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.