Akurat

Ini 10 Daerah dengan Realisasi APBD Tertinggi dan Terendah

Ahada Ramadhana | 11 Mei 2025, 08:38 WIB
Ini 10 Daerah dengan Realisasi APBD Tertinggi dan Terendah

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri memberikan atensi terhadap tingkat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seluruh pemerintah daerah.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan, terdapat 10 daerah dengan kinerja realisasi APBD terbaik hingga yang perlu mendapat koreksi.

Menurutnya, belanja pemerintah, termasuk di daerah (APBD), berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sebab, belanja tersebut dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar sehingga daya beli masyarakat menguat.

Baca Juga: KPU dan Bawaslu Diminta Efisien, Jangan Sampai PSU Memberatkan APBD

Selain itu, belanja pemerintah juga berperan sebagai penggerak bagi tumbuhnya sektor swasta.

"Saya melihat bahwa pertumbuhan ekonomi sangat didukung sekali oleh konsumsi rumah tangga selain faktor-faktor lain, 50 persen lebih adalah konsumsi rumah tangga," jelasnya, dalam keterangan yang dikutip Minggu (11/5/2025).

Mendagri pun mengapresiasi daerah-daerah yang realisasi APBD-nya masuk dalam kategori tertinggi.

Selain juga memberikan catatan kepada daerah dengan realisasi APBD berada dalam kategori terendah.

Baca Juga: Mendagri: Biaya Pemungutan Suara Ulang Ditanggung APBD, Bukan APBN

Berdasarkan data Kemendagri yang diolah pada 7 Mei 2025, Mendagri membeberkan 10 daerah dengan realisasi pendapatan tertinggi.

Untuk tingkat provinsi yaitu:

Papua Tengah 39,08 persen
Kalimantan Barat 35,92 persen
Jawa Barat 32,94 persen
Sumatera Utara 30,65 persen
Daerah Istimewa Yogyakarta 29,76 persen
Sulawesi Selatan 29,11 persen
Gorontalo 28,84 persen
Kalimantan Utara 28,76 persen
Kepulauan Bangka Belitung 27,64 persen
Bali 27,50 persen.

Kemudian di tingkat kabupaten yaitu

Sumbawa Barat 46,96 persen
Tanah Laut 37,04 persen
Ciamis 36,34 persen
Barito Kuala 35,08 persen
Garut 34,70 persen
Ponorogo 34,48 persen
Melawi 34,17 persen
Puncak 33,89 persen
Malang 33,70 persen
Magetan 33,19 persen.

Baca Juga: Anggaran Dicoret dari APBD, Bantuan untuk Keluarga Pahlawan Akan Tetap Diberikan

Sementara di tingkat kota yaitu

Denpasar 34,52 persen
Baubau 33,95 persen
Banjarbaru 33,80 persen
Bukittinggi 33,33 persen
Batam 32,80 persen
Padang Panjang 32,67 persen
Banjar 32,53 persen
Tangerang Selatan 32,44 persen
Cimahi 30,95 persen
Payakumbuh 30,75 persen.

Sedangkan, 10 provinsi dengan realisasi pendapatan terendah yakni:

Papua Pegunungan 7,24 persen
Lampung 8,83 persen
Papua Barat Daya 9,25 persen
Bengkulu 9,85 persen
Papua 11,37 persen
Riau 12,34 persen
Jawa Tengah 12,72 persen
Aceh 13,30 persen
Papua Barat 15,96 persen
Sulawesi Barat 16,51 persen.

Kemudian di tingkat kabupaten, yakni:

Batanghari 0,14 persen
Jayawijaya 0,35 persen
Lumajang 1,11 persen
Empat Lawang 2,38 persen
Mimika 3,14 persen
Semarang 3,81 persen
Cilacap 4,24 persen
Pakpak Bharat 4,31 persen
Aceh Tenggara 6,12 persen
Aceh Selatan 6,28 persen.

Baca Juga: Kemendagri Tekankan Keselarasan APBD 2025 dengan Kebijakan Pusat

Sementara di tingkat kota yaitu:

Tual 0,19 persen
Subulussalam 7,38 persen
Yogyakarta 9,37 persen
Pematangsiantar 10,54 persen
Sungai Penuh 13,49 persen
Samarinda 14,45 persen
Bontang 14,62 persen
Tebing Tinggi 14,82 persen
Lhokseumawe 14,88 persen
Cirebon 15,72 persen.

Adapun, 10 provinsi dengan realisasi belanja tertinggi yakni:

Jawa Barat 21,91 persen
Daerah Istimewa Yogyakarta 21,73 persen
Sumatera Utara 20,64 persen
Banten 20,16 persen
Kepulauan Bangka Belitung 20,08 persen
Nusa Tenggara Barat 19,70 persen
Sulawesi Barat 18,84 persen
Gorontalo 18,45 persen
Jakarta 18,00 persen
Sulawesi Selatan 17,65 persen.

Kemudian untuk kabupaten yaitu:

Ciamis 33,42 persen
Pati 27,74 persen
Banyuwangi 27,06 persen
Sumbawa Barat 26,23 persen
Madiun 25,85 persen
Purbalingga 25,43 persen
Aceh Besar 25,39 persen
Wonogiri 25,35 persen
Bantul 25,15 persen
Ponorogo 24,96 persen.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pemanfaatan APBD untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sementara, di tingkat kota yakni:

Dumai 24,99 persen
Ternate 24,35 persen
Salatiga 23,83 persen
Cimahi 23,59 persen
Banjar 23,48 persen
Padang Panjang 23,34 persen
Banda Aceh 22,80 persen
Serang 22,77 persen
Batam 22,51 persen
Sukabumi 21,98 persen.

Sedangkan 10 provinsi dengan realisasi belanja terendah yakni:

Papua Tengah 4,69 persen
Lampung 5,67 persen
Papua Selatan 5,90 persen
Papua Barat 6,88 persen
Jawa Tengah 6,99 persen
Kalimantan Timur 7,39 persen
Sumatera Selatan 9,59 persen
Papua Barat Daya 9,65 persen
Riau 10,87 persen
Aceh 11,13 persen.

Kemudian di tingkat kabupaten yaitu:

Empat Lawang 1,69 persen
Buton Selatan 1,91 persen
Mamberamo Raya 2,17 persen
Keerom 2,41 persen
Lebong 2,45 persen
Dogiyai 2,51 persen
Lumajang 2,54 persen
Boven Digoel 3,08 persen
Muara Enim 3,35 persen
Aceh Selatan 3,40 persen.

Baca Juga: APBD DKI Jakarta 2025 Ditetapkan Rp91,3 Triliun, Prioritas Sekolah Gratis dan Pembangunan Infrastruktur

Di tingkat kota yaitu:

Subulussalam 3,95 persen
Yogyakarta 6,39 persen
Pematangsiantar 7,91 persen
Samarinda 9,48 persen
Gunungsitoli 10,24 persen
Cirebon 10,71 persen
Tual 11,83 persen
Pagaralam 12,30 persen
Sungai Penuh 12,57 persen
Tanjung Balai 13,26 persen.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK