Akurat

Basarnas Mau Pendidikan SAR Masuk Kurikulum Sekolah, Gandeng BMKG hingga BNPB

Ahada Ramadhana | 6 Mei 2025, 21:11 WIB
Basarnas Mau Pendidikan SAR Masuk Kurikulum Sekolah, Gandeng BMKG hingga BNPB

AKURAT.CO Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), berencana untuk memasukan pendidikan search and rescue (SAR) atau kedaruratan ke dalam kurikulum di sekolah.

Sebab, saat ini pendidikan SAR belum dapat diterapkan di seluruh sekolah-sekolah di Indonesia. Padahal, ilmu penyelamatan diri di tengah ancaman bencana kepada generasi bangsa sangatlah penting.

Untuk itu, Basarnas akan menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), untuk merealisasikan rencana ini melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Baca Juga: Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Dilantik Jadi Kepala Basarnas

Kepala Basarnas, Marsda Mohammad Syafii, berharap MoU tersebut dapat memberikan edukasi secara dini tentang kedaruratan, baik terkait bencana atau edukasi terkait kondisi yang membahayakan manusia.

"Memang kita itu belum diakomodir secara menyeluruh di setiap sekolah itu ada kurikulum pelajaran SAR. Jadi, itu sebenarnya," kata Marsda saat ditemui di Komplek DPR MPR RI, Selasa (6/5/2025).

Saat ini pendidikan SAR yang telah dilaksanakan dalam program SAR go to school belum menyeluruh terlaksana. Paling tidak pendidikan SAR tersebut telah diterapkan dalam kegiatan pramuka di sekolah-sekolah, sedangkan di tingkat universitas juga dilaksanakan dalam ospek-ospek kampus.

"Kita memang belum secara keseluruhan bisa masuk di kurikulum-kurikulum sekolahan, yang biasa kita lakukan misalnya melalui pramuka semuanya hampir sudah, kemudian pada saat misalkan di mahasiswa mungkin pada saat di ospek itu juga kita bisa masuk, terkait dengan pelatihan-pelatihan terkait dengan itu," jelas dia.

Dia menegaskan, saat ini pendidikan SAR atau kedaruratan telah dilakukan oleh kantor-kantor SAR di 43 provinsi. Untuk itu, pihaknya akan mencoba berkomunikasi khususnya kepada Kemendikdasmen agar bisa memasukan pendidikan SAR di dalam kurikulum.

Baca Juga: Sahril Helmi Jurnalis Metro TV Hilang dalam Ledakan Speadboat Milik Basarnas di Maluku

"Jadi memang cukup banyak yang belum. Kita akan mencoba mendekati komunikasi dengan Kementerian Pendidikan untuk bisa memasukkan curriculum itu kepada, kalau bisa seluruh sekolah. Baik di level yang dasar sampai mungkin di perguruan tinggi. Karena memang kita butuh teman-teman dari akademisi untuk membangun tugas pokok kita," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan pihak telah berencana untuk menjalin MoU bersama. Tujuannya, agar semuanya dapat tersistem untuk saling bahu membahu membangun kurikulum terkait ketangguhan bencana bersama.

"Jadi kita merencanakan untuk menjalin MOU bersama BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kementerian Pendidikan. Jadi tersistem begitu ada kerjasama untuk membangun curriculum tentang ketangguhan bencana bersama," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.