Ratusan Buruh Geruduk Gedung DPR, Serukan Krisis Tenaga Kerja hingga PHK Karyawan

AKURAT.CO Ratusan buruh mulai memadati halaman Gedung DPR/MPR RI, dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day 2025.
Dari pantauan Akurat.co saat ini massa aksi yang mulai mendatangai gedung parlemen seperti Aliansi Perempuan Indonesia API), Aliansi Pekerja Rumah Tangga, Serikat Pekerja Kampus, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI).
Salah satu perwakilan API dalam orasinya mengatakan, kegagalan pemerintah dalam menangani krisis ketenagakerjaan dan membela hak rakyat kecil, khususnya buruh perempuan.
"Sepanjang 2023-2025, jumlah buruh yang kehilangan pekerjaan melonjak tajam. Di awal 2025 saja, tercatat 40.000 buruh ter-PHK. Pemerintah gagal mencegah krisis ini meskipun sebelumnya menjanjikan langkah antisipatif," ucapnya, Kamis (1/5/2025).
Baca Juga: Prabowo Berterima Kasih ke Buruh: 4 Kali Kalah di Pilpres, Tapi Buruh Tetap Dukung Saya
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan, Polda Metro Jaya menyatakan siap mengamankan rangkaian kegiatan Hari Buruh atau May Day 2025 di Jakarta. Dalam hal ini terdapat 13.252 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan acara May Day Fiesta.
"Dalam kegiatan pengamanan ini, kita melibatkan 13.252 personel gabungan. Terdiri dari 9.591 personel Polri, 3.385 personel TNI, dan 276 personel pemerintahan daerah," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan sebanyak 4.793 personil kepolisian yang diturunkan untuk mengamankan aksi May Day di Gedung DPR/MPR RI.
Dari pantauan saat ini, arus lalu lintas dari arah Gatot Subroto menuju Slipi dan arah sebaliknya yang mengarah semanggi terpantau lancar. Terlihat beberapa personil kepolisian berjaga di titik berjarak 1-2 meter untuk mengatur arus kendaraan dan juga massa aksi yang mulai berdatangan ke Gedung DPR/MPR RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









