Akurat

Misbakhun: Indonesia Bangsa Besar, Jangan Takut Tekanan Asing

Paskalis Rubedanto | 24 April 2025, 21:40 WIB
Misbakhun: Indonesia Bangsa Besar, Jangan Takut Tekanan Asing

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia di tengah tekanan global, terutama dari Amerika Serikat (AS).

Dia mengkritik narasi pesimistis, yang beredar terkait tekanan dagang dari AS dan menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang tak bisa ditakut-takuti.

Hal ini dia sampaikan, dalam Dialektika Demokrasi dengan tema: Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/4/2025).

"Jangan sampai karena tekanan asing kita jadi jiper dan melipir. Kita ini bangsa besar, sedang naik kelas," ujar Misbakhun.

Baca Juga: Kadin Genjot Kemitraan Industri Tekstil RI-AS Lewat Cotton USA

Dia juga menyampaikan, bahwa surplus perdagangan Indonesia dengan AS masih menjadi perdebatan, dan perlu disinkronkan pemerintah.

Namun dia menegaskan, bahwa ekspor ke AS hanya sekitar 10 persen dari total ekspor nasional, atau sekitar 2 persen dari PDB, sehingga tak perlu dibesar-besarkan dampaknya.

Terkait kebijakan TKDN dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Misbakhun menilai itu bagian dari upaya kedaulatan ekonomi yang harus dijaga. Dia menyayangkan, jika tekanan dari negara lain menjadikan GPN atau kebijakan dalam negeri sebagai sasaran.

"Ini negara merdeka. Kita punya hak atas sistem pembayaran kita sendiri. Kita tidak bisa terus digantungkan pada sistem luar seperti SWIFT atau Visa-Master. Presiden sudah menyatakan fleksibilitas, dan itu bagian dari taktik strategi," tegasnya.

Dia pun mengingatkan, bahwa negosiasi dagang yang sedang berlangsung dengan Amerika harus dilakukan dengan penuh perhitungan, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

"Amerika memikirkan kepentingan nasionalnya. Kita juga harus. Jangan sampai demi naiknya negara lain, kita justru diinjak. Kita harus setara," tutup Misbakhun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.