Akurat

Global Strike for Palestine: Ribuan Massa di Jakarta Serukan Boikot Produk Pendukung Israel

Herry Supriyatna | 23 April 2025, 16:43 WIB
Global Strike for Palestine: Ribuan Massa di Jakarta Serukan Boikot Produk Pendukung Israel

AKURAT.CO Ribuan elemen mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan dalam aksi Global Strike for Palestine di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Mereka menyerukan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan kampanye boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.

Aksi ini diikuti oleh berbagai organisasi, termasuk BDS Indonesia, Dompet Dhuafa, Greenpeace, KontraS, Perempuan Mahardika, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Mereka mendesak penghentian agresi militer Israel di Gaza dan mengajak publik Indonesia melakukan perlawanan moral melalui gerakan boikot.

“Kondisi Gaza sudah darurat. Ini bukan lagi sekadar jumlah korban, ini soal kehancuran moral dunia,” kata Ahmad Zaki dari Gerak Bareng.

Ia menyebut, blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel selama lebih dari 50 hari membuat 2,1 juta warga Gaza berada di ambang kelaparan.

Laporan The Lancet menyebut jumlah korban jiwa akibat agresi Israel dalam 1 tahun 7 bulan terakhir bisa mencapai lebih dari 180 ribu jiwa—angka yang jauh melampaui statistik resmi.

Baca Juga: Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global

Dalam orasinya, aktivis media sosial Erlangga Greschinov dari Julid Fi Sabilillah mengajak masyarakat menjadikan boikot sebagai bentuk perlawanan publik. 


“Ayo boikot produk pendukung genosida! Urat nadi penjajahan adalah ekonomi,” serunya.

Aktivis boikot Aresdi Mahdi alias Habib Ama menyoroti budaya konsumtif masyarakat yang tanpa sadar menyokong entitas zionis.

“Demi gengsi, kita menghidupi musuh kemanusiaan,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat lebih sadar terhadap asal-usul produk yang mereka konsumsi.

Spanduk-spanduk seruan boikot turut dibawa massa aksi, menampilkan merek-merek global yang dianggap terafiliasi dengan kepentingan Israel. Di antaranya: Coca Cola, Aqua, Pepsi, Nescafe, Oreo, ABC, Sunlight, Pepsodent, Axe, hingga L’Oréal.

Menurut Muhammad Rafli dari PMII, daftar tersebut tidak dibuat sembarangan.

Ia menyebut Coca Cola memiliki pabrik di pemukiman ilegal Atarot di Tepi Barat, sementara Danone, pemilik Aqua, berinvestasi pada perusahaan Israel, Wilk.

Produk ABC berada di bawah Kraft Heinz Group, yang dikendalikan oleh miliarder pro-Zionis, Robert Kraft.

“Jadi, sangat keliru jika gerakan boikot dianggap sembrono. Semua melalui riset dan penelusuran,” tegas Rafli.

Salah satu warga, Yusnita, menyatakan dukungannya terhadap aksi ini. 

“Israel telah melakukan kejahatan perang, dan Amerika mendukungnya. Kalau kita tidak bisa ke Gaza, kita bisa mulai dari tindakan kecil seperti memboikot produk yang ikut membiayai rudal yang membunuh anak-anak Palestina,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.