Prabowo Minta Para Menteri dan Kepala Daerah Kompak: Tak Peduli dari Partai Mana

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya semangat pengabdian dan kekompakan antar pemimpin dalam membangun bangsa, tanpa memandang latar belakang partai politik.
Dalam pidatonya, Prabowo mulanya memberikan apresiasi kepada para menteri dan kepala daerah yang bekerja keras untuk rakyat. Kepala Negara juga menyampaikan bahwa kritik adalah hal yang biasa dalam kepemimpinan.
"Menteri saya hebat, kalau ada nyinyir biasa. Pemimpin ibarat pohon besar yang tinggi, pasti sering diterpa angin kencang. Makin naik puncak gunung, makin berat tantangannya," ujarnya saat menghadiri acara panen raya di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).
Dia juga menyemangati para kepala daerah, untuk bangga dalam menjalankan amanah rakyat. Baginya, cinta dan kepercayaan rakyat adalah kehormatan tertinggi dalam kepemimpinan.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Kinerja Polri hingga TNI Jaga Kelancaran Arus Mudik 2025
"Para gubernur, bupati, wali kota, kepala dinas, bangga dipercaya rakyat. Tidak ada kebahagiaan tinggi dari cinta rakyat kepada pemimpin, tidak ada panggilan suci selain pengabdian kepada rakyat. Masa depan kita bagus," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra juga menekankan pentingnya sinergi antar pemimpin, dengan mengibaratkan kerja sama pemerintahan seperti bermain sepak bola.
"Sama seperti main bola, enggak mungkin kalau enggak kompak menang. Kita makin kompak tiap hari, saya lihat menteri, bupati, gubernur," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa loyalitas utama pemerintah adalah kepada rakyat. Sehingga, dia tidak peduli latar belakang partai politik dari seluruh pejabat tersebut.
"Kita tidak peduli dari partai mana. Saya enggak tahu partai mana, enggak saya tanya. Yang saya tahu, kita kerja untuk rakyat. Urusan partai nanti kalau Pilkada, Pemilu. Setelah itu, kerja partai mana pun enggak ada urusan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









