Akurat

Prabowo Genjot Investasi Kejar Target 8 Juta Lapangan Kerja

Atikah Umiyani | 17 Maret 2025, 23:27 WIB
Prabowo Genjot Investasi Kejar Target 8 Juta Lapangan Kerja

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menargetkan bisa menciptakan 8 juta lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Untuk itu, pemerintahannya terus mendorong investasi di berbagai sektor.

Hal itu disampaikan Presiden Prebowo dalam acara peresmian pabrik Pemurnian Logam Mulia milik PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, Senin (17/3/2025).

"Perkiraan kita hasil dari investasi yang baru kita mulai tahun ini, kita bisa menghasilkan lapangan pekerjaan kurang lebih 8 juta pekerjaan. Kita sangat optimis, bersyukur punya sumber daya, dan kewajiban kita sebaik-baiknya," ujar Prabowo.

Baca Juga: Gelar Ratas di Hari Minggu, Prabowo Ingin Pastikan Proyek Hilirisasi Ciptakan Lapangan Kerja

Dia mengatakan, terdapat 30 proyek yang akan digarap pemerintah dan akan berfokus pada hilirisasi dan pengolahan bahan baku. Menurutnya, sumber daya alam harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Dengan demikian, semua pihak harus terus menerapkan good governance, transparansi, dan akuntabilitas yang baik.

"Kita melihat beberapa sektor masih penting seperti pertanian, perikanan ini tidak hanya hasilkan devisa yang besar, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang besar," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, untuk membahas percepatan hilirisasi nasional di berbagai sektor strategis.

Fokus utama rapat tersebut adalah, memastikan proyek-proyek hilirisasi memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Banyak PHK, Sandiaga Uno Bantu Ciptakan Lapangan Kerja: Konsisten Kunci OK OCE Sukses!

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pihaknya bersama kementerian terkait telah menginventarisasi sejumlah proyek hilirisasi di sektor mineral, batubara, aquaculture, pertanian, hingga perkebunan.

Analisis menyeluruh dilakukan untuk menentukan prioritas proyek-proyek yang mampu memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita prioritaskan proyek-proyek mana saja yang memberikan dampak positif, terutama dalam bidang penciptaan lapangan pekerjaan. Itu adalah salah satu parameter utama yang tadi kami lihat," ujar Rosan usai rapat di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (16/3/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.