Jangan Ketergantungan Bansos, KPM Harus Naik Kelas Jadi Keluarga Mandiri

AKURAT.CO Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta untuk tidak tergantung terus dengan bantuan sosial atau bansos, melainkan harus didorong agar mandiri.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, saat Safari Ramadhan di Masjid Agung Al Jali, Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Minggu (9/3/2025) malam.
"Kami sedang membuat satu rencana strategi ke depan lewat program terarah, terpadu dan berkelanjutan. Agar penerima manfaat bisa naik kelas dari penerima bantuan sosial dengan pemberdayaan menjadi keluarga mandiri, keluarga berdaya," jelasnya.
Dalam pertemuan dengan 400 KPM Program Keluarga Harapan (PKH), Mensos menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi KPM dan memastikan program-program Kementerian Sosial berjalan efektif.
Baca Juga: Daftar Bansos Maret, Apakah Ada yang Cair Sebelum Ramadhan 2025?
Ia menyebut bahwa PKH merupakan program andalan dari Kemensos.
Jumlah KPM di Indonesia ada sekitar 10 juta. Untuk di Jatim, ada sekitar empat juta dan di Nganjuk lebih dari 118 KPM.
"Program PKH ini menjadi salah satu program andalan dari Kemensos. Saya ingin bertemu langsung dengan para penerima manfaat ini sekaligus ingin mengetahui profilnya, di samping datanya sudah kami dapat saya lihat langsung profil dari KPM," ujar Mensos.
Kemensos terus melakukan validasi dengan pemutakhiran data agar data pemberian bansos bisa tepat sasaran.
Untuk memastikan efektivitas program tersebut, peran 173 Pendamping PKH menjadi sangat penting.
Baca Juga: Cukup Pakai KTP, Ini Dua Cara Cek Bansos Kemensos.go.id 2025 Terbaru Hari Ini
Kemensos menargetkan setiap pendamping harus mampu mendorong 10 KPM untuk graduasi setiap tahun, sehingga tiap tahunnya diharapkan sebanyak 1.730 KPM PKH lepas dari ketergantungan bansos.
"Pendamping PKH harus bikin rencana baru, pola pikir baru dan semangat baru," kata Mensos.
Kemensos telah menyalurkan bansos senilai Rp474 miliar di Kabupaten Nganjuk, yang terdiri dari PKH sebesar Rp167,8 miliar dan Program Sembako Rp286,8 miliar.
Mensos pun meminta partisipasi aktif dari masyarakat dengan memberi masukan lewat aplikasi Cek Bansos.
Di aplikasi itu bisa dilampirkan usulan atau sanggahan.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Dijalankan, Bansos Tetap Aman
"Kalau misalnya ada keluarga tidak layak kok dapat bantuan bisa disanggah. Begitu juga ada kalau ada teman, keluarga yang seharusnya dapat tapi tidak dapat, dapat bisa diusulkan," jelasnya.
"Nanti diproses dan cek sama BPS dan petugas kami serta dinas sosial. Kemudian akan ditandatangani Bupati dan kembali ke kami. Terus kami cek supaya datanya makin akurat," Mensos melanjutkan.
Wakil Mensos, Agus Jabo Priyono, menambahkan bahwa masyarakat harus memiliki penghasilan sendiri, terutama mereka yang masih sehat dan produktif.
"Kalau sudah punya penghasilan sendiri, masyarakat makmur. Kalau masyarakat makmur, negara maju, negara makmur. Negara kita menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," katanya, diberitakan Antara.
Baca Juga: BOCORAN Cara Cek Bansos PKH Tahap 1 Januari-Maret 2025 via cekbansos.kemensos.go.id, Ada Namamu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







