Akurat Logo

Eddy Soeparno: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Mustahil tanpa Akselerasi Transisi Energi

Mukodah | 3 Maret 2025, 22:45 WIB
Eddy Soeparno: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Mustahil tanpa Akselerasi Transisi Energi

AKURAT.CO Indonesia memiliki target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Namun, Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibangun dengan fondasi berkelanjutan. Salah satunya melalui transisi menuju energi terbarukan.

Hal itu disampaikannya dalam acara MPR RI Goes to Campus di Universitas Bakrie, Jakarta, pada Jumat (28/2/2025).

Baca Juga: Rakernas HIPKA 2025 Resmi Dibuka, Fokus Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Di hadapan guru besar dan mahasiswa Universitas Bakrie, Eddy menyampaikan bahwa saat ini dampak perubahan iklim semakin terasa dengan kenaikan suhu yang terjadi di beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, Depok dan Semarang.

Seiring dengan kenaikan suhu, kualitas udara juga semakin menurun ditandai dengan Air Quality Indeks yang buruk.

"Saat ini kita tidak lagi menghadapi dampak perubahan iklim tapi lebih daripada itu, kita menghadapi krisis iklim. Dan karena itu harus dihadapi dengan manajemen krisis. Harus diingat bahwa saat ini transisi energi bukan sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan," jelasnya.

Baca Juga: Pembangunan PIK 2 Harus Dilanjutkan demi Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

"Jika kita ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen secara berkelanjutan, kita harus segera beralih ke energi terbarukan. Jika tidak, kita akan terus menghadapi dampak buruk dari perubahan iklim, termasuk bencana alam, polusi udara dan ketidakstabilan ekonomi akibat fluktuasi harga energi fosil," ujar Eddy.

Dalam konteks konstitusi, Doktor Ilmu Politik UI ini menekankan bahwa hak atas lingkungan hidup yang sehat sudah diatur dalam Pasal 28H Ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Oleh karena itu, transisi energi adalah upaya negara menjamin hak konstitusional rakyatnya.

Baca Juga: Strategi Badan Bank Tanah Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

"Kita tidak bisa menutup mata terhadap dampak polusi udara dan krisis iklim yang sudah kita rasakan hari ini. Negara wajib memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan lingkungan yang sehat," kata Eddy.

Di hadapan mahasiswa Universitas Bakrie, Eddy mengajak kampus untuk berkolaborasi dengan MPR RI dalam merumuskan kebijakan energi yang berbasis riset.

"Mahasiswa adalah agen perubahan. Saya ingin Universitas Bakrie ikut aktif memberikan usulan kebijakan berbasis riset dari kampus. MPR akan memfasilitasi keikutsertaan kampus dalam aspek kebijakan, legislasi dan pengawasan. Ini adalah kesempatan bagi akademisi untuk berkontribusi langsung dalam membentuk masa depan energi Indonesia," tutup Anggota Komisi XII DPR yang membidangi investasi, hilirisasi, lingkungan hidup serta energi dan sumber daya mineral itu.

Baca Juga: BRI Microfinance Outlook 2025: Kupas Peran UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK