OPM Ancam Bakar Sekolah, DPR: Jangan Coba-Coba Mengancam Republik Indonesia!

AKURAT.CO Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengancam akan membakar sekolah yang menerapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.
Menanggapi ancaman tersebut, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan, tindakan OPM merupakan bentuk pembangkangan terhadap Republik Indonesia yang tidak bisa ditolerir.
"Ancaman-ancaman seperti itu tidak bisa ditolerir. Ini jelas pembangkangan terhadap Republik Indonesia. Jangan coba-coba mengancam!" tegas Dasco di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Dasco menegaskan, program MBG merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, mendapatkan asupan gizi yang baik.
Baca Juga: Fantastis! Layanan Deposito Emas Melalui Aplikasi Pegadaian Digital Tembus 118 Kilogram
"Niat baik Presiden Prabowo adalah memberikan makan gratis bagi anak-anak Indonesia, termasuk di Papua. Ini program yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka," ujarnya.
Ia pun memperingatkan bahwa negara tidak akan tinggal diam jika ancaman OPM benar-benar dilakukan.
"Kita tidak boleh diteror. Jika ancaman ini benar-benar dilakukan, kita akan bertindak tegas!" tambahnya.
Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menunjukkan ratusan pelajar di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, turun ke jalan menolak program MBG.
Para pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan ini tampak mengenakan seragam sekolah mereka saat melakukan aksi protes.
OPM mengklaim bahwa program makan bergizi gratis adalah upaya pemerintah untuk meracuni generasi muda Papua.
Baca Juga: KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Hasil Geledah Rumah Anggota DPR Heri Gunawan
Mereka mengancam akan membakar sekolah-sekolah yang tetap menjalankan program ini.
Ancaman ini memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai bahwa program MBG adalah langkah positif untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di Papua, bukan ancaman bagi mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










