Akurat

Prabowo Dinilai Lebih Pro Rakyat Kecil Ketimbang Jokowi

Atikah Umiyani | 2 Februari 2025, 18:58 WIB
Prabowo Dinilai Lebih Pro Rakyat Kecil Ketimbang Jokowi

AKURAT.CO Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai tidak tepat jika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai murni kelanjutan dari pemerintahan Joko Widodo.

Dia menilai, banyak langkah-langkah Prabowo yang justru berbeda dengan langkah-langkah Jokowi sebelumnya. Menurutnya, Prabowo lebih menunjukkan gaya kepemimpinan yang pro terhadap rakyat kecil.

"Realita di lapangan program Prabowo yang dilakukan bukan warisan Jokowi. Jadi yang melanjutkan itu presentasinya mungkin hanya 5 sampai 10 persen saja," ucap Jerry kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/2/2025).

"Secara ata-rata, program Prabowo lebih menyentuh rakyat kecil. Berbeda dengan 10 tahun Jokowi berkuasa yang mana banyak terjadi perampokan dan penggusuran tanah milik masyarakat kecil dan itu mulai dirubah Prabowo," ujarnya.

Baca Juga: Mimpi Prabowo Wujudkan Cita-cita Anak Indonesia Lewat Gizi Simbang dan Edukasi Mumpuni

Menurutnya, Prabowo adalah sosok pemimpin yang punya ketegasan. Sehingga, sulit bagi pihak-pihak lain untuk melakukan intervensi kepada Prabowo. Berbeda dengan kepemimpinan Jokowi sebelumnya yang dinilai sarat akan kepentingan kelompok tertentu.

"Kalau era Jokowi disetir kelompok naga atau oligarki tapi di era Prabowo taring naga mulai redup. Itu terbukti dengan perintah Prabowo membongkar pagar laut di Tangerang yang didalamnya terdapat perusahaan milik Aguan salah satu kolega Jokowi," ujarnya.

Jerry juga mengapresiasi langkah Prabowo, yang telah memerintahkan jajaranya untuk mengevaluasi sejumlah proyek strategis nasional (PSN) dari pemerintah sebelumnya.

"Memang ada 37 proyek dan semuanya harus dibatalkan lantaran berpotensi merusak lingkungan dan alam nusantara, proyek ini juga tak ada keuntungan bagi rakyat tapi hanya keuntungan untuk kaum feodal dan oligarki semata," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.