Akurat

Indonesia Gabung BRICS, Terobosan Prabowo Ciptakan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

Atikah Umiyani | 16 Januari 2025, 17:00 WIB
Indonesia Gabung BRICS, Terobosan Prabowo Ciptakan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

AKURAT.CO Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, berharap semua parpol dapat memberi dukungan secara moral dan politik, terhadap langkah pemerintah Indonesia yang masuk menjadi anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan).

"Jadi saya kira kira begini, kita semua bukan hanya partai politik, apalagi partai politik yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan kita, semua memang punya kewajiban beban moril secara politik untuk membantu dan mendukung pemerintah di dalam menciptakan mesin pertumbuhan baru secara ekonomi," kata Mahfuz melalui keterangannya, Kamis (16/1/2025).

Menurutnya, langkah pemerintah Indonesia masuk menjadi anggota BRICS merupakan terobosan kerjasama ekonomi yang dilakukan Presiden Prabowo dengan pertimbangan geopolitik yang matang.

Baca Juga: Ekspor RI ke BRICS Tembus USD84,37 Miliar Sepanjang 2024

Mahfuz menilai, masuknya Indonesia sebagai anggota BRICS merupakan upaya Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Sebab, dunia diketahui dalam kondisi tidak baik-baik saja, dimana banyak titik-titik hotspot yang bisa mengarah pada konflik dan perang secara global.

"Dan untuk mendapatkan capaian itu, maka Ditjen Hubungan Ekonomi Luar Negeri (Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan) di aktivasi kembali. Agar tidak sekedar menjalankan fungsi diplomasi luar negeri saja, tetapi juga untuk mengintegrasikan semua kepentingan dari kementerian teknis di dalam kerjasama bilateral regional maupun multilateral," ujarnya.

Dia meyakini, Prabowo akan mengambil banyak langkah terobosan dalam kebijakan politik luar negerinya selama 5 tahun ke depan.

Baca Juga: Masuk BRICS, Bagaimana Nasib Ekspor RI ke AS?

"Langkah-langkah terobosan ini pada awalnya juga membuat elemen-elemen di pemerintahan tergopoh-gopoh, tapi sekarang semua pejabat di kementerian sudah mulai mengakselerasinya agar punya kesadaran dan pemahaman tentang geopolitik," ujarnya.

Mahfuz menambahkan, bahwa langkah-langkah terobosan yang dilakukan Prabowo dalam rangka mengembangkan platform kerjasama regional maupun multilateral merupakan upaya memitigasi terhadap situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

"Semakin banyak platform kerjasama bilateral dan multirateral yang akan kita masukin, tidak hanya BRICS, agar nasional interest kita semaksimal mungkin dapat diperjuangkan. Kita berharap Kemenlu tidak hanya mengambil porsi sebagai event organizer saja, tapi harus menjadi leading sector di dalam mengelola semua platform kerjasama tersebut," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.