Alasan Rencana Penutupan Stasiun Karet, Simak Penjelasan KAI Commuter!

AKURAT.CO Usai viralnya rumor penutupan Stasiun Karet, kini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjelaskan alasan di balik rencana penutupan tersebut.
Nantinya, penumpang KRL Commuter Line akan diarahkan untuk turun di Stasiun Sudirman atau BNI City, dampak dari penutupan Stasiun Karet.
Wakil Presiden Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menyatakan bahwa penutupan Stasiun Karet dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus untuk mempercepat waktu perjalanan KRL Bandara Soekarno-Hatta dari Stasiun Manggarai.
Sementara Stasiun BNI City memang masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama karena lahannya yang masih luas.
Baca Juga: Stasiun Karawang Layani 5.500 Penumpang Whoosh Selama Nataru 2025
Selain itu, jarak antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City hanya sekitar 350 meter. Sebelumnya, KAI Commuter menjelaskan bahwa integrasi kedua stasiun ini akan mempersingkat waktu perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta, dari 56 menit menjadi 40 menit.
Dikutip berbagai sumber, Senin (6/1/2025), Menteri BUMN Erick Thohir sempat mengumumkan rencana penutupan operasional Stasiun Karet di Jakarta Pusat, yang selama ini melayani mobilitas penumpang KRL Jabodetabek.
Alasan Penutupan Stasiun Karet
Sebelumnya, KAI Commuter sempat menjelaskan bahwa rencana penutupan Stasiun Karet di Tanah Abang, Jakarta Pusat, merupakan langkah untuk mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
"Sebagai bagian dari rencana peningkatan layanan kepada penumpang, masih dalam proses kajian, serta membutuhkan pembahasan mendalam dengan regulator dan berbagai pihak terkait," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus dalam keterangannya.
Baca Juga: KAI Benahi Fasilitas di Stasiun Pasar Senen Jelang Momen Nataru 2025 Yang Lalu
"Dengan pemangkasan waktu tempuh dari yang sebelumnya mendekati 1 jam menjadi sekitar 40 menit, diharapkan ke depannya Commuter Line Basoetta dapat meningkatkan kapasitas angkut penumpang," ujar dia.
Joni mengungkapkan bahwa KAI Commuter berusaha mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang pesawat yang menggunakan kereta dari Bandara Soekarno-Hatta ke pusat Jakarta dan sebaliknya.
Berdasarkan data, pada 2024 tercatat sekitar 1,5 juta penumpang menggunakan KRL Bandara Soetta.
"Dengan peningkatan layanan Commuter Line Basoetta ini ditargetkan dapat melayani sekitar 20 persen atau 10 juta orang dari total pengguna pesawat di Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.
Itulah penjelasan lengakap mengenai alasan rencana penutupan Stasiun KAI, meskipun belum pasti akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina


