Mendag Budi Harap Harbolnas Bisa Dongkrak Penjualan Pelaku UMKM

AKURAT.CO Shopee Indonesia, mendukung terselenggaranya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 tahun 2024, melalui rangkaian kegiatan spesial Mini Talkshow dan Live Shopping melalui Shopee Live bersama Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso.
Mendag Budi menekankan, bahwa kampanye Harbolnas menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan UMKM yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya berharap kampanye ini dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal dan mendongkrak penjualan para pelaku UMKM. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Bapak Airlangga Hartarto, target transaksi pada Harbolnas 2024 adalah Rp40 triliun, naik 16 persen dibandingkan tahun 2023. Dengan demikian, diharapkan target ini bisa terealisasi sehingga dapat berkontribusi bagi perekonomian Indonesia," kata Budi di Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Baca Juga: Kemendag Taksir Transaksi Harbolnas 2024 Naik 16 Persen, Capai Rp29,812 Triliun
Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto, menjelaskan komitmen Shopee dalam mendukung UMKM untuk berkembang dan berdaya saing, melalui kegiatan Spesial Harbolnas tahun 2024.
Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya kampanye Harbolnas 12.12 yang diselenggarakan setiap tahun. Termasuk, pelaksanaan Mini Talkshow dan Live Shopping bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso dengan dua UMKM.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk memanfaatkan platform digital guna mengembangkan usaha mereka. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Budi Santoso atas dukungan dan sinergi yang luar biasa dalam menyukseskan kampanye Harbolnas 2024," ujar Christin.
Dalam semarak program Spesial Harbolnas, dua Penjual Shopee, Surmiyati (44), pemilik UMKM fesyen muslim, Sayra Official, dan Kevin Naftali (30), pemilik dari jenama fesyen pria lokal, Kevas Co Official turut memotivasi para pelaku UMKM melalui sesi bincang dan live shopping bersama Menteri Perdagangan RI.
"Seru banget bisa mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Menteri Perdagangan, ngobrol-ngobrol soal bisnis online, dan kampanye Harbolnas 2024 ini. Apalagi tadi Pak Menteri langsung yang menjual produk kami ke penonton," kata Surmiyati yang kini memproduksi hingga 1.000 pcs khimar per minggu.
Dia berharap, di Harbolnas 2024 ini Sayra bisa membantu pemerintah juga mencapai target seraya memotivasi teman-teman UMKM lain untuk bersama-sama bisa mengembangkan bisnisnya melalui Shopee.
Baca Juga: 5 Tips Belanja Hemat di Harbolnas 12.12
Kevin Naftali mengungkapkan, bahwa Harbolnas 2024 kali ini memang jadi momen yang sangat penting bagi brand lokal untuk lebih dikenal dan memperluas pasar.
Dengan berbagai program dan promo yang dihadirkan oleh Shopee, termasuk diskon besar dan gratis ongkir, Harbolnas menjadi peluang emas bagi brand lokal seperti Kevas Co dan Sayra untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
"Saya pribadi senang banget karena pemerintah, lewat Kementerian Perdagangan, benar-benar mendukung pertumbuhan brand lokal kayak kita. Harapannya, dengan dukungan ini, kita bisa capai target penjualan di Harbolnas 2024 ini," ujar Kevin yang kini telah berhasil mengekspor produknya ke Malaysia, Thailand, dan Brasil bersama Program Ekspor Shopee.
Selain sesi Live Shopping Harbolnas 2024, Menteri Perdagangan RI juga berkesempatan mengunjungi Kampus UMKM Shopee Jakarta untuk melihat produk dari 50 UMKM lokal binaan Shopee, dan mendatangi Bazar UMKM.
Bazar ini diikuti oleh 8 UMKM bimbingan Kementerian Perdagangan, termasuk Bawadi Coffee Official Jakarta, Peyek Sultan Official, Janji Jiwa, ANNANINA, Tuscany Official, Tasca Official, Lseii Beaute, dan Prassa.ku Official.
"Harbolnas di setiap tahunnya menjadi momen penting bagi Shopee khususnya untuk para pelaku UMKM. Kegiatan ini bukan menjadi penutup akhir tahun, tetapi menjadi awal semangat Shopee dan UMKM untuk dapat terus berkembang melalui ekosistem digital, yang juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," tutup Christin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









