Akurat

Prabowo: Kerukunan Beragama sebagai Fondasi Berbangsa dan Bernegara

Siti Nur Azzura | 12 Desember 2024, 19:59 WIB
Prabowo: Kerukunan Beragama sebagai Fondasi Berbangsa dan Bernegara

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto,  meresmikan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Dia menekankan, pentingnya simbol kerukunan antaragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

"Ini adalah simbol penting. Waktu diusulkan, Bapak Jokowi yang menyetujui, dan akhirnya terowongan ini dibangun," kata Prabowo usai meresmikan Terowongan Silahturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

Dia menegaskan, kerukunan antaragama adalah syarat mutlak bagi persatuan bangsa Indonesia. "Semua suku, semua agama, semua kelompok etnis, semua ras punya saham di republik ini. Saham itu dibayar dengan darah, keringat, dan air mata," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral: Simbol Kerukunan Beragama

Dia pun mengajak seluruh rakyat untuk terus menjaga perdamaian dan semangat persatuan. "Pesan dari acara ini adalah kita jaga perdamaian, kita jaga kerukunan, saling menolong, saling membantu, dan saling melindungi. Dengan itu, bangsa kita akan bangkit dan bahagia," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia yang dikenal dengan keberagaman, agama, budaya, suku dan ras.

"Ini adalah simbol kerukunan antarumat beragama, yang menjadikan bangsa kita memiliki ciri yang sangat unik dan membanggakan. Bangsa kita penuh perbedaan, baik agama, suku, ras, bahasa, maupun adat istiadat, tetapi mampu bersatu demi cita-cita bersama, yaitu masa depan yang bahagia untuk seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.