Bawaslu Daerah Diminta Evaluasi Pembentukan dan Kinerja Pengawas Pemilu Ad Hoc
Citra Puspitaningrum | 11 Desember 2024, 15:10 WIB
AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menginstruksikan jajaran di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mulai mengevaluasi pembentukan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu ad hoc.
Anggota Bawaslu, Herwyn JH Malonda, menjelaskan, evaluasi ini mencakup pengawas tingkat Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).
Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pembentukan dan Pembinaan Pengawas Pemilu Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024 yang digelar di Jakarta, Herwyn menekankan pentingnya memahami kendala dan hambatan dalam proses tersebut.
"Coba dievaluasi pembentukan Pengawas ad hoc, baik Panwascam, PKD, PTPS. Apa kendala dan hambatannya, apalagi PTPS terkait dengan pendidikan, usia. Apakah itu kendala pembentukan atau terkait dengan waktunya," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Koordinator Divisi Sumber Daya, Organisasi dan Diklat Bawaslu itu juga menyoroti pentingnya evaluasi data pengawas ad hoc yang terkena sanksi.
Sebagai bagian dari penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu.
Herwyn menjelaskan, Bawaslu sedang mengupayakan penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi atau Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan kapasitas pengawas pemilu di masa depan.
"Sistem ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas pengawasan melalui pelatihan yang lebih terstruktur dan mudah diakses," ujarnya.
Herwyn juga mengingatkan agar seluruh jajaran pengawas pemilu mencatat dan mengelola data dengan baik.
Baca Juga: Bawaslu DKI Panggil Grace Natalie hingga Maruarar Sirait Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye
"Seluruh kerja-kerja pengawas pemilu harus terdata secara baik dan rapi, termasuk soal evaluasi pengawas ad hoc ini," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







