Akurat

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Jelaskan Implementasi Pembelajaran Coding di Sekolah Indonesia

Tim Redaksi | 28 November 2024, 12:33 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Jelaskan Implementasi Pembelajaran Coding di Sekolah Indonesia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan pembelajaran coding di sekolah-sekolah Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, setelah memberikan laporan terkait rencana pembelajaran coding kepada presiden di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (26/11/2024).

Mu'ti menjelaskan bahwa rencana ini bertujuan untuk mengenalkan keterampilan coding sejak dini kepada siswa, yang diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda untuk dunia digital yang semakin maju. Selain itu pembelajaran coding dicanangkan sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah, dimulai dari tingkat sekolah dasar. Pihak kementerian sedang mengkaji kemungkinan memulai pelajaran coding dari kelas 4 atau lebih tinggi.

“Kami sudah melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di daerah seperti Medan dan Jakarta, yang sudah menerapkan pembelajaran coding. Bahkan tadi juga ada acara gerakan perempuan untuk pengembangan coding di sekolah,” ujar Mu'ti.

Baca Juga: Gibran Dukung Ide Mendikdasmen Soal Sekolah Khusus Anak Korban Kekerasan

Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan bahwa ada tiga variasi pembelajaran coding yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah.

Pertama, coding berbasis online yang memerlukan koneksi internet. Kedua, coding yang menggunakan perangkat khusus dan tidak memerlukan internet. Ketiga, coding unplugged, yang sepenuhnya mengandalkan alat sederhana yang dapat dikembangkan tanpa menggunakan internet.

“Dengan adanya variasi dalam metode pengajaran coding ini, kami melihat bahwa coding bisa dimasukkan ke dalam dua mata pelajaran. Coding berbasis online bisa diterapkan dalam mata pelajaran teknik informatika, sementara yang tidak memerlukan internet bisa masuk dalam mata pelajaran keterampilan. Dengan pendekatan ini, kami tidak perlu menambah jumlah mata pelajaran, hanya mengubah substansi materi dalam mata pelajaran yang sudah ada,” jelas Mu'ti.

Baca Juga: IOH Gelar Kelas Pendampingan Coding Bagi Penyandang Disabilitas

Mendikdasmen juga menegaskan bahwa pembelajaran coding ini tidak akan memerlukan penambahan jumlah guru baru. Sebagai gantinya, para guru yang sudah ada akan dilatih untuk mengajarkan coding.

“Kami akan melatih guru-guru yang sudah ada, sehingga program ini bisa berjalan lebih efisien tanpa memerlukan banyak penambahan tenaga pengajar,” tambahnya.

Mu'ti juga menekankan bahwa meski infrastruktur yang mendukung pembelajaran coding lebih banyak terdapat di sekolah-sekolah perkotaan, pembelajaran ini tetap bisa dilakukan di daerah mana saja.

“Tidak selalu harus di kota besar. Dengan menggunakan metode unplugged, pembelajaran coding bisa dilakukan di mana saja, yang penting ada materi dan tutor yang memadai,” ujar Mu'ti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
R