Dialog dengan REI, Ridwan Kamil Ungkap Beberapa Pesan Prabowo Soal Hunian Rakyat

AKURAT.CO Ridwan Kamil menegaskan kesamaan visi dengan Presiden Prabowo Subianto, dalam hal mengelola kota Jakarta. Hal itu dia sampaikan dalam dialog bersama Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) Jakarta.
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 itu menyampaikan, bahwa program tiga juta rumah yang menjadi salah satu fokus Prabowo, juga menjadi atensi bila dirinya terpilih menjadi Gubernur Jakarta.
Di hadapan seluruh pengurus REI Jakarta dan beberapa tokoh DPP REI, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menitipkan beberapa pesan kepada dirinya.
Pesan itu disampaikan saat dirinya melakukan pertemuan empat mata dengan Prabowo. Prabowo meminta, untuk menjadikan Jakarta menjadi kota berkelas global, dengan cara membereskan kekumuhan di Jakarta.
Baca Juga: Bantu Tumbuhkan Ekonomi Daerah Penyangga, Sarana Jaya Luncurkan Hunian Warna Fine Living di Ciputat
"Presiden Prabowo itu satu koalisi dengan kami pasangan RIDO (Ridwan Kamil-Suswono). Beliau berpesan, 'Kalau nanti jadi gubernur, bereskan kekumuhan di Jakarta. Kita perlu kota global yang bebas dari kawasan kumuh'. Beliau ingin menghadirkan social housing yang representatif di Jakarta," ucap Ridwan Kamil di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2024).
Dia pun menyambut baik langkah Prabowo, yang langsung menggulirkan program tiga juta rumah setelah dilantik menjadi presiden. Terlebih, Prabowo juga membentuk kementerian baru yang fokus melaksanakan program tersebut.
Karena itu, sebagai calon gubernur Jakarta yang satu koalisi dengan Prabowo, dirinya bersama Suswono akan menghadirkan hunian murah di tengah kota.
Selain kesamaan visi dengan program social housing Prabowo, niat itu juga dilandasi komitmen untuk menyelesaikan masalah hunian di Jakarta, yakni masalah harga properti yang sangat tinggi.
"Kami akan lebih banyak menghadirkan hunian di tengah kota. Supaya pekerja-pekerja di Sudirman-Thamrin atau daerah Segitiga Emas Jakarta tidak perlu tinggal di Depok atau Bekasi, karena lahan di Jakarta mahal. Jakarta punya ratusan pasar, yang kalau dibangun oleh Real Estate Indonesia, bagian bawah tetap berfungsi sebagai pasar dua lantai, sisanya hunian," ungkap Ridwan Kamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









