Akurat

Budiman Sudjatmiko Paparkan Strategi Penurunan Angka Kemiskinan

Tim Redaksi | 31 Oktober 2024, 00:00 WIB
Budiman Sudjatmiko Paparkan Strategi Penurunan Angka Kemiskinan

AKURAT.CO Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Tahsin), Budiman Sudjatmiko, menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya upaya maksimal dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Dalam keterangannya kepada media, Budiman menyebut perlunya sinergi dari berbagai pihak untuk menemukan solusi terbaik bagi masalah kemiskinan.

Untuk mencapai target tersebut, Budiman menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan data akurat yang terus diperbarui.

“Ada kekuatan pada kemutakhiran data, seperti yang dimiliki Kemensos 24 jam, serta kekuatan pada detail yang mungkin lebih lambat diperbarui,” jelas Budiman di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Baca Juga: MUI Puji Langkah Prabowo Wajibkan Pejabat Pakai 'Maung'

BP Tahsin berencana mengadakan koordinasi lebih lanjut dengan lembaga-lembaga seperti BKKBN dan kementerian terkait untuk memastikan adanya sinergi yang baik dalam pengumpulan data kemiskinan.

Budiman juga menambahkan, Presiden Prabowo menginginkan penggunaan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah upaya pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, kebutuhan akan pembentukan BP Tahsin sebagai badan khusus adalah untuk mempercepat akselerasi program pengurangan kemiskinan di masyarakat.

“Pak Prabowo ingin kemiskinan ditekan secara signifikan. Beliau melihat pentingnya dukungan teknologi untuk memastikan upaya ini dilakukan dengan presisi, kecepatan, dan ketepatan, sehingga BP Tahsin dibentuk untuk mengakselerasi proses tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Fakultas Hukum Undip Kaji Kasus Mardani H Maming dan Minta Segera Dibebaskan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2024 mencapai 9,03 persen, menunjukkan penurunan 0,33 persen poin dibandingkan dengan Maret 2023.

Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 25,22 juta orang, berkurang 0,68 juta orang dari tahun sebelumnya. Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun menjadi 7,09 persen, sementara di perdesaan mencapai 11,79 persen.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan masih ada, upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami kemajuan.

Budiman juga menyampaikan rencana pertemuan mendatang bersama Kepala Bappenas dan Menteri Sosial untuk membahas strategi pengentasan kemiskinan secara tepat dan efisien.

Pembahasan ini mencakup identifikasi kebutuhan subsidi yang lebih produktif, terutama bagi masyarakat miskin ekstrem dan rentan.

“Kami akan memastikan subsidi tepat sasaran, terutama bagi mereka yang berada di golongan miskin ekstrem dan rentan. Sangat banyak yang berada di kategori rentan miskin,” tutup Budiman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.