Persahabatan dalam Perbedaan Keimanan, Aktualisasi Semboyan Bhineka Tunggal Ika

AKURAT.CO Dalam kunjungannya, Paus Fransiskus menyempatkan mampir ke Masjid Istiqlal, yang jaraknya berdekatan dengan Gereja Katedral Jakarta.
Keakraban yang ditunjukkan Paus Fransiskus dengan Prof. Dr. Nasaruddin Umar selaku Imam Masjid Istiqlal dianggap menjadi simbol inklusivitas umat beragama di Indonesia.
Menyoroti kerukunan yang ditunjukkan oleh kedua tokoh besar berbeda agama itu, Dr. Antonius Benny Susetyo selaku Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjelaskan bahwa hal ini harus menjadi contoh bagi umat beragama lainnya, untuk tetap menjalin kerukunan dalam perbedaan.
Pria yang akrab dengan sapaan Romo Benny ini menyatakan bahwa Paus Fransiskus sangat takjub dengan persatuan Indonesia yang dibangun di atas kemajemukan yang ada.
"Meskipun ada perbedaan, karena kita terdiri dari 714 suku etnis, kita bisa hidup berdampingan, saling menghargai dan saling menerima perbedaan itu. Ini yang sebenarnya Paus Fransiskus katakan di dalam perjumpaan dengan Bapak Presiden Joko Widodo dan pertemuannya di Istiqlal. Agar umat beragama saling membangun kerja sama, membangun persaudaraan dan meningkatkan kesadaran bersama untuk membangun kebahagiaan bersama," jelasnya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Romo Benny mengatakan bahwa persahabatan yang ditunjukkan oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar dan Paus Fransiskus merupakan momen berharga yang patut disyukuri.
Baca Juga: Ketua Soksi Klaim BUMDes Bakal Moncer di Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran
Perjumpaan kedua tokoh besar ini, walaupun singkat, dapat menunjukkan betapa indahnya kemajemukan jika dikelola dengan baik.
Romo Benny, yang juga berkiprah sebagai Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute, menyitir pesan Paus Fransiskus terhadap Indonesia bahwa keberagaman yang terawat adalah harta yang tak ternilai harganya.
Prinsip Bhineka Tunggal Ika, yang sejatinya telah dikenal sejak lama oleh bangsa Indonesia, dianggap sangat berharga oleh Paus ke-266 ini. Bahkan jika dibandingkan oleh emas sekalipun.
Membahas persoalan tentang bagaimana perspektif agama Katolik dalam melihat hubungan atau relasi dengan umat dari agama lain, Romo Benny menekankan bahwa siapapun bisa bersahabat dengan orang dari latar belakang apapun.
Dirinya menilai, perbedaan keimanan jangan menjadi batasan dalam menjalin persahabatan.
Selama didasarkan pada nilai toleransi, persahabatan akan menemukan jalannya untuk hadir dalam hubungan antarmanusia.
"Persahabatan antara Imam Masjid Istiqlal dan Paus Fransiskus tidak melanggar peraturan dari agama Katolik. Persahabatan antarumat beragama kita lihat sebagai fenomena yang manusiawi saja. Justru agama seharusnya mengajarkan persaudaraan, bukan permusuhan," jelasnya.
Romo Benny pun berharap agar masyarakat Indonesia semakin terbuka dalam menjalin persahabatan.
Hubungan persahabatan harus didasarkan pada ketulusan, kejujuran dan keterbukaan, sehingga para pihak yang saling bersahabat sama-sama mendapatkan kehormatan.
Dengan demikian, semua bisa saling mengangkat harkat dan martabatnya sebagai manusia, tanpa harus menunggalkan perbedaan yang ada secara paksa.
"Dan itu yang sebenarnya dikatakan oleh Bung Karno, ketuhanan yang berkebudayaan, yang welas asih saling menolong, saling memberi dan saling bela rasa," katanya.
Romo Benny juga mendorong agar apabila terjadi konflik antarumat beragama, maka diplomasi dan komunikasi yang baik harus dikedepankan.
Diplomasi itu bisa dibumikan lewat kerja sama di dalam memajukan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan keutamaan di dalam membangun peradaban manusia Indonesia.
"Maka dialog budaya menjadi sangat penting di sini. Di mana dengan keragaman budaya itu kita bisa mencari titik temu, kebersamaan, dan mencari formula yang tepat. Dalam dialog itu kita bisa mewujudkan apa dikatakan Bung Karno, Indonesia harus menjadi tamansari dunia. Meskipun kita berbeda suku, etnis, agama, keturunan, tetapi kita tetap menjadi bangsa yang mengutamakan nilai-nilai cinta kasih, kemanusiaan dan kerja sama," paparnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 11 September 2024: Libra Bebas dari Masalah Keuangan!
Romo Benny memiliki harapan agar kerukunan dan persahabatan yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar dapat menjadi panutan bagi tokoh agama lainnya.
Hal ini akan berimbas pada umat beragama di akar rumput, sehingga mereka menjadi lebih rukun dan mampu menjiwai konsep perdamaian dalam keberagaman.
"Kita berharap keteladanan Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal, Prof. Nasaruddin, itu menjadi role model bagi para tokoh-tokoh agama dan umat beragama untuk saling memberi, saling menerima perbedaan dan keragaman, serta terus menerus menjaga kemajemukan bangsa Indonesia," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









