Akurat

Bertemu Wapres Zimbabwe, Jokowi Jajaki Kerja Sama Penambangan Litium

Rizky Dewantara | 2 September 2024, 17:14 WIB
Bertemu Wapres Zimbabwe, Jokowi Jajaki Kerja Sama Penambangan Litium

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Zimbabwe, Kembo Dugish Campbell Muleya Mohadi. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyoroti tiga isu utama dalam kerja sama antara Indonesia dan Zimbabwe.

Pertama, terkait kerja sama ekonomi, dia menekankan pentingnya perjanjian perdagangan preferensial untuk memperkuat sektor perdagangan antara Indonesia dan Zimbabwe.

"Indonesia juga ingin bekerja sama di bidang farmasi. Dukungan Pemerintah Zimbabwe sangat dihargai," kata Jokowi di Nusa Dua, Bali, Senin (2/9/2024).

Baca Juga: WHO: Wabah Mpox di Afrika Diperkirakan Berakhir dalam 6 Bulan

Terkait sektor pertambangan, Indonesia saat ini sedang menjajaki kerja sama dalam penambangan litium di Zimbabwe. Nantinya, dia akan menugaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk mempercepat finalisasi nota kesepahaman terkait hal tersebut.

Sedangkan terkait kerja sama pembangunan, Jokowi menegaskan kesiapan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Zimbabwe melalui program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tersebut melalui mekanisme Indonesia Aid.

Dia juga meminta dukungan Wakil Presiden, Mohadi, untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan kerja sama strategis tersebut.

"Pengembangan e-procurement di Zimbabwe bisa berpotensi menjadi salah satu proyek strategis kita. Saya meminta dukungan Yang Mulia terkait hal ini," tuturnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Emmerson Mnangagwa sebagai Presiden Zimbabwe.

"Selamat datang di Indonesia, dan terima kasih atas kehadiran Yang Mulia. Saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Emmerson Mnangagwa," ujar Jokowi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.