Akurat

Jokowi Soroti Harga Alkes dan Obat Masih Mahal Dibanding Negara Tetangga

Rizky Dewantara | 2 Juli 2024, 13:32 WIB
Jokowi Soroti Harga Alkes dan Obat Masih Mahal Dibanding Negara Tetangga

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti, harga alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan di Indonesia yang masih mahal. Untuk itu, dia meminta agar harga barang-barang tersebut dapat ditekan, agar setara dengan negara-negara lain.

Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat internal bersama menteri terkait, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Beliau minta harga alkes dan obat itu sama dong dengan negara-negara tetangga. Kan kita harga alkes dan obat mahal," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, usai rapat internal di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Antara, Selasa (2/7/2024).

Baca Juga: Berperan Krusial Jaga Mutu Obat, Pharmacademy dari Sanofi Kuatkan Kompetensi 2.750 Apoteker Indonesia

Budi menyampaikan, Presiden Jokowi juga berpesan agar industri alat kesehatan dan obat-obatan dalam negeri dapat dibangun agar lebih tangguh. Terutama jika terjadi pandemi kembali di masa-masa mendatang.

"Jadi tadi dibahas satu-satu kenapa obat dan alkes tinggi. Kami kasih masukan mungkin dari sisi jalur perdagangan kita ada inefisiensi dan tata kelola perlu lebih transparan dan terbuka. Sehingga tidak ada peningkatan harga yang tidak perlu dalam pembelian alkes dan obat," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya agar pajak industri kesehatan bisa lebih efisien dan sederhana, tanpa mengganggu pendapatan pemerintah.

"Misal kita beli 10.000 USG, kita ingin pabrik USG di kita dong. Nah padahal bea masuk USG nol persen kalau impor, tapi kalau kita ada pabrik dalam negeri, beli komponen layar elektronik, bahan baku, malah dikenakan bea masuk 15 persen. Ini kan ada inkonsistensi," jelasnya.

Rapat juga membahas koordinasi antara kementerian teknis dalam mendesain ekosistem manakala ada industri yang tengah didorong.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.