800 Ribu Data KIP-K Raib Usai Server PDN Jebol, Komisi X: Indonesia Belum Siap Big Data
AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyayangkan hilangnya 800 ribu data calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), akibat server Pusat Data Nasional (PDN) diretas peretas (hacker).
"Saya sangat menyayangkan bahwa data bisa hilang dan ini tentu terkait dengan PDN yang saat ini sedang kena hack," kata Dede, Senin (1/7/2024).
Dia pun menyinggung wacana pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia menjadi hub-regional big data di Asia dan Pasifik. Dari insiden hilangnya data negara, Politikus Partai Demokrat itu menilai Indonesia belum siap dengan big data.
Baca Juga: Disorot Usai Pusat Data Nasional Diretas, Ini Profil dan Jejak Karir Kepala BSSN Hinsa Siburian
"Ketika pemerintah belum siap untuk melakukan keamanan data, maka rasanya belum siap juga kita untuk melakukan Big Data," imbuhnya.
Menurutnya, peristiwa pembobolan data harus dijadikan pelajaran oleh pemerintah. Dia menegaskan, melakukan backup data dan keamanan data sangat penting menuju digitalisasi.
Selain itu, Dede juga menyesali Kemendikbudristek yang tidak melakukan backup data. Sebab, data-data tersebut melibatkan data jutaan siswa Indonesia.
"Apalagi jika kita masih menggunakan server atau software yang sifatnya adalah bekerja sama dengan negara lain," tandasnya.
Diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan, 47 domain layanan atau aplikasi di bidang pendidikan dan kebudayaan terdampak gangguan Pusat Data Nasional (PDN) karena diserang ransomware.
Baca Juga: Ternyata, Kemenkumham Sempat Minta Backup Data ke Kominfo April Lalu
Salah satu layanan yang terdampak adalah laman Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Gangguan ini terjadi saat pendaftaran KIP Kuliah untuk jalur mandiri perguruan tinggi sudah dibuka sejak Jumat (7/6/2024).
Informasi Kemendikbudristek kehilangan data calon mahasiswa pendaftar KIP-K itu diungkap oleh salah satu netizen di Platform X.
"Bobolnya PDN membuat data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) ikut raib dan tak bisa balik, karena celakanya tak ada back up," kata akun tersebut dikutip Jumat (28/6/2024).
Akun itu mengungkapkan pemerintah telah memilih penerima KIP-K dari 800 ribu calon mahasiswa yang mendaftar. Rencananya, Kemendikbudristek akan mengumumkan daftar penerima pada 1 Juli 2024.
"Gara-gara PDN diretas dan semua data pendaftar KIPK raib, pengumuman itu ditunda entah sampai kapan. Padahal masa perkuliahan baru akan segera dimulai," tulis akun itu.
Atas hilangnya data tersebut, Kemendikbud meminta kepada mahasiswa baru yang sudah daftar Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah) 2024 wajib unggah ulang dokumen pendaftaran. Unggah ulang dokumen KIP Kuliah 2024 sudah bisa dilakukan mulai tanggal 29 Juli 2024.
Sekjen Kemendikbud Ristek, Suharti, mengatakan pihaknya berusaha mengembalikan link KIP kembali normal. Dia mengatakan, bagi 853.393 orang yang sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









