Akurat

16 Ton Garam Siap Kendalikan Hujan di IKN

Wahyu SK | 20 Juni 2024, 22:17 WIB
16 Ton Garam Siap Kendalikan Hujan di IKN

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyiapkan 16 ton garam untuk disemai di langit Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Dalam upaya mengendalikan potensi hujan berintensitas lebat di wilayah tersebut.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan, IKN menjadi salah satu daerah di Kaltim yang berpotensi diguyur hujan dengan ketebalan 200-300 milimeter per bulan, berdasarkan hasil analisa dasarian bulan Juni ini.

Sementara, di saat bersamaan, pengerjaan pembangunan sejumlah proyek strategis seperti bandara VVIP dan jalan tol masih berlangsung dan harus cepat diselesaikan.

Baca Juga: Sinopsis Film Sengkolo Malam Satu Suro, Kisah Horor Indonesia Terinspirasi dari Tradisi Jawa!

Karena itu, BMKG mencoba mengendalikan dengan penyemaian garam atau zat NaCl dalam rangkaian Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung hingga 23 Juni 2024, dengan harapan hujan tidak menghambat proses pembangunan IKN.

Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan, dalam pelaksanaan OMC, sejauh ini sudah dilakukan sepuluh sorti penerbangan yang menyemai garam ke gumpalan awan penghujan dengan total 21 jam 25 menit penerbangan oleh armada pesawat Casa 212-400 milik Skadron 4 TNI AU.

"Penyemaian dilakukan pada daerah yang berpotensi menyebabkan hujan di area pembangunan infrastruktur penunjang IKN, Bandara VVIP IKN dan jalan tol," katanya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Menurut Seto, pemilihan wilayah penyemaian diprioritaskan pada daerah upwind atau arah datangnya angin masa udara yang meliputi Selat Makassar, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser.

Baca Juga: Givaudan Luncurkan Platform Kreasi Wewangian Pertama di Indonesia

Hal itu bertujuan supaya awan hujan tidak masuk ke daerah target yaitu area dilaksanakannya kegiatan pembangunan.

"Kami berharap OMC akan memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat luas, serta memitigasi risiko bencana yang terjadi," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK