Akurat

Profil Salim Said, Tokoh Pers dan Perfilman Nasional yang Menginspirasi

Rahmat Ghafur | 20 Mei 2024, 13:58 WIB
Profil Salim Said, Tokoh Pers dan Perfilman Nasional yang Menginspirasi

AKURAT.CO Dunia pers dan perfilman Indonesia berduka cita.

Tokoh ternama, Prof. Dr. H. Salim Haji Said, M.A., mengembuskan napas terakhirnya di usia 80 tahun pada Sabtu (18/5/2024) di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kabar meninggalnya tokoh pers nasional ini disampaikan oleh sang istri, Herawaty, melalui pesan singkat kepada wartawan pada Sabtu malam.

Baca Juga: Salim Said Beri Pandangan Berbeda Soal KLB Partai Demokrat Deli Serdang

Jenazah Almarhum Salim Said dikebumikan dalam satu liang lahat bersama ibundanya Ayu Salmah Said di Blad 20 TPU Tanah Kusir pada Minggu (19/52024) siang.

Lantas, siapakah sosok Salim Said yang punya kontribusi besar bagi Indonesia? Berikut ini informasi selengkapnya.

Profil Salim Said

Salim Said lahir di Parepare pada 10 November 1943. Ia dikenal sebagai sosok yang multitalenta.

Salim Said merupakan tokoh pers dan perfilman nasional, akademikus, cendekiawan dan militer, Guru Besar Ilmu Politik dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Republik Ceko.

Masa Pendidikan

Ia pernah belajar di Akademi Teater Nasional Indonesia pada 1964-1965. Kemudian, Salim said merupakan lulusan jurusan Sosiologi UI pada 1976

Tak sampai disitu, ia melanjutkan pendidikannya S2 di Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional.

Salim Said berkuliah kembali di Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat, dengan mengambil jurusan ilmu politik dan lulus pada 1983.

Setelah itu, Salim Said menempuh pendidikan S3 dengan mengambil jurusan ilmu politik di kampus yang sama dan lulus tahun 1985.

Salim Said pernah menulis disertasi yang menyoroti peran politik ABRI di masa revolusi 1945-1949.

Disertasi tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat sehingga ia mulai dikenal sebagai pengamat politik Indonesia.

Perjalanan Karier

Salim Said sendiri pernah menjadi redaktur di sejumlah media massa di Indonesia seperti Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata dan wartawan majalah Tempo pada 1971-1987.

Pada 1989-1995, ia pun ditunjuk sebagai anggota Dewan Film Nasional (DFN).

Lalu, Salim Said kembali ditunjuk menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Pada 1998-1999 Salim Said menjadi anggota MPR RI.

Di kancah internasional pernah ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Republik Ceko periode 2006-2010.

Selain itu, Salim Said juga aktif di dunia akademis sebagai Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Salim Said juga sempat menjadi pengajar Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

Pengetahuan yang luas dan pemikiran yang tajam membuatnya digemari oleh para mahasiswa.

Salim Said adalah sosok inspiratif yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia.

Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi dunia pers, perfilman dan pendidikan Indonesia.

Baca Juga: Salim Said: Komunisme itu Sudah Bangkrut Tapi Masih Ramai di Indonesia

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D