Akurat

VIRAL Hampir 10 Juta Gen Z Indonesia Tercatat Menganggur, Mayoritas Tamatan SMA dan SMK

Sulthony Hasanuddin | 17 Mei 2024, 11:50 WIB
VIRAL Hampir 10 Juta Gen Z Indonesia Tercatat Menganggur, Mayoritas Tamatan SMA dan SMK

AKURAT.CO Media sosial sedang diramaikan oleh isu hampir 10 juta Gen Z Indonesia yang tercatat sedang menganggur atau tidak sedang bersekolah, bekerja dan pelatihan.

Gen Z sendiri merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012 yang saat ini berusia 12-27 tahun.

Hal tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, mencatat hampir 10 juta penduduk usia muda di Indonesia umumnya Gen Z yang menganggur atau NEET.

Baca Juga: Absen Lawan Irak dan Filipina, Ini Alasan Witan Sulaeman Tidak Dipanggil Shin Tae-yong di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Menurut BPS, NEET merupakan kelompok usia 15 sampai 24 tahun yang berada di luar sistem pendidikan, tidak sedang bekerja, dan tidak sedang berpartisipasi dalam pelatihan.

Sementara, menurut Intenational Labour Organization, satu dari lima orang di dunia yang berusia 15 sampai 24 tahun termasuk dalam kategori NEET pada 2023.

Persentase penduduk usia 15-24 tahun yang berstatus NEET di Indonesia sendiri mencapai 22,25% dari total penduduk usia tersebut secara nasional.

Baca Juga: Kemenag Libatkan Non-Muslim Menjadi Petugas Haji 2024

Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran lulusan SMK masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lain yaitu sebesar 8,62 persen.

Sedangkan untuk tamatan SMA sebesar 6,73 persen, disusul Diploma IV, S1, S2, sebanyak 5,63 persen.

Sementara itu, pengangguran yang paling rendah adalah lulusan pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 2,38 persen dan SMP sebesar 4,28 persen.

Terakhir, untuk Diploma I/II/III sebanyak 4,87 persen.

Baca Juga: Resmi Dilamar Thariq Halilintar, Ternyata Segini Bedanya Harga Cincin Lamaran Aaliyah Massaid dan Fuji!

Hal itu lantas mengindikasikan adanya tenaga kerja potensial yang tidak terbedayakan oleh negara yang membuat pemerintah mengkhawatirkan terganggunya penerimaan negara.

Pasalnya, jumlah anak muda yang menganggur diterjemahkan sebagai risiko yang bisa menekan potensi pajak ke depannya.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan ini karena peran masyarakat dalam dunia kerja sangat berpengaruh terhadap pendapat atau daya beli mereka.

Selain itu, bila masyarakat produktif tidak memperoleh pendapatan, setoran penerimaan negara bisa saja terganggu ke depan salah satunya dalam bentuk pajak penghasilan atau PPh.

Baca Juga: Ternyata ini 5 Pekerjaan Nabi Muhammad SAW

"Karena itu kita menginginkan seluruh elemen masyarakat bisa aktif di dalam dunia kerja sehingga bisa menghasilkan pendapatan, terus juga bisa menghasilkan penerimaan buat kesejahteraan dia sendiri," kata Suahasil dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (17/5/2024).

Oleh sebab itu, Suahasil memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan serapan tenaga kerja dari waktu ke waktu.

Namun, dia tidak mengungkapkan bentuk dukungan apa yang tengah disiapkan pemerintah demi mendorong masyarakat produktif tersebut untuk bisa cepat masuk dunia kerja.

Lantas apa alasan Gen Z masih banyak menganggur?

Baca Juga: Merasa Dilupakan Putranya, Tamara Bleszynski Curhat di Instagram

Menurut BPS, terdapat berbagai alasan yang membuat anak muda masuk ke kelompok ini seperti putus asa, disabilitas, kurangnya akses transportasi dan pendidikan, keterbatasan finansial, kewajiban rumah tangga, dan sebagainya.

Pada tahun 2023 terdapat sekitar 5,73 juta orang perempuan muda yang tergolong NEET sekitar 26,54% dari total penduduk perempuan usia 15-24 tahun.

Sementara kelompok laki-laki muda yang tergolong NEET ada sekitar 4,17 juta dengan 18,21% dari total penduduk laki-laki usia 15-24 tahun.

BPS menilai, angka NEET yang lebih tinggi di kalangan perempuan dapat mengindikasikan banyaknya keterlibatan perempuan di kegiatan domestik seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan sebagainya.

Pekerjaan rumah tangga tersebut dinilai dapat menghalangi perempuan muda untuk melanjutkan sekolah atau memperoleh keterampilan kerja.

Baca Juga: Lirik Lagu Mati-matian yang Dinyanyikan Oleh Mahalini, Lengkap dengan Maknanya

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.