Kurang SDM dan Anggaran, DKPP Minta Perhatian Pusat

AKURAT.CO Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) mengaku kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk menjalankan tugasnya. Diketahui saat ini jumlah pegawai DKPP tidak lebih dari 150 orang.
Ketua DKPP Heddy Lugito mengatakan, dengan jumlah yang minim membuat beban kerja pegawai menjadi lebih banyak. Bahkan tak jarang pegawai harus rela bekerja melebihi jam kerja.
Hal itu pun diamini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyatakan bahwa jumlah pegawai DKPP masih kurang. Sebab saat ini DKPP hanya dihuni sejumlah 120 orang.
Baca Juga: DKPP Belum Sentuh Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU Hasyim Asy'ari
"Menurut analisis Kemendagri kita harus di atas 215 orang, jadi kekurangan pegawai sekitar 100 orang," kata Heddy di Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024).
Heddy menerangkan, fokus kerja DKPP pun menjadi lebih banyak mengingat gelombang pengaduan soal pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu masuk saat gelaran Pilkada. Terlebih Pilkada tahun ini diselenggarakan secara serentak.
"Kalau untuk kendala lain itu kita semua kurang," ucapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga membutuhkan anggaran sekitar 20 miliar guna menjalankan program kerja DKPP. Menurutnya, saat ini DKPP hanya menerima anggaran sekitar Rp 67 miliar.
"Kita membutuhkan anggaran yang tidak besar masih kurang dari Rp 100 miliar. Kalau sekarang Rp 67 miliar ditambah Rp 20 miliar itu kan Rp 87 miliar. Kira-kira DKPP membutuhkan anggaran sebesar itu dalam setahun," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









