Peringati Hardiknas, Puan Ingatkan PR Pemerintah Angkat 1 Juta Guru Honorer Jadi PPPK

AKURAT.CO Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah, masih punya pekerjaan rumah untuk mengangkat guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Puan mengingatkan, ada target yang harus dicapai oleh pemerintah yaitu sebanyak 1 juta pengangkatan dari guru yang berstatus honorer menjadi PPPK.
"Pemerintah masih memiliki PR dalam hal pengangkatan guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 1 juta," kata Puan kepada wartawan, Kamis (2/5/2024).
Baca Juga: Hardiknas 2024, Jokowi: Pendidikan Terus Berkembang dan Adaptif
Puan mengatakan, terciptanya generasi unggul tidak terlepas dari peran guru sebagai tenaga pendidik. Karenanya, ia mendesak agar kesejahteraan guru harus menjadi prioritas pemerintah.
"DPR menantikan komitmen Pemerintah mengenai peningkatan kesejahteraan guru sebagai pahlawan pencetak generasi unggul bangsa," ujarnya
Pada momen Hardiknas 2024 ini, Puan juga mendorong semua guru agar terus mengembangkan keterampilan. Tak hanya dari sisi pengajaran, tapi juga pendekatan kepada para siswa.
Baca Juga: Hardiknas 2024, Puan: Pemerintah Harus Pastikan Kualitas Pendidikan Semua Anak di Indonesia
"Karena pembelajaran di era digitalisasi seperti saat ini menimbulkan banyak sekali perubahan dan perkembangan yang menuntut kontribusi dan kompetensi lebih dari para guru," ucapnya.
Puan menyadari banyaknya tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia memerlukan kerja sama semua elemen bangsa. Ia menyebut, DPR berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal program-program pendidikan demi pembangunan bangsa.
"Selamat Hari Pendidikan Nasional 2024, mari kita tingkatkan kualitas pendidikan secara merata di Indonesia. Dukung pula kemajuan ekosistem pendidikan agar anak-anak bisa sekolah dengan rasa aman dan menyenangkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









