Akurat

MPKS PP Muhammadiyah Dorong Ekosistem Inklusi untuk Penyandang Difabel

Arief Rachman | 27 April 2024, 18:00 WIB
MPKS PP Muhammadiyah Dorong Ekosistem Inklusi untuk Penyandang Difabel

AKURAT.CO Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) mendorong terciptanya ekosistem yang menciptakan masyakat yang inklusif bagi para difabel untuk lebih berdaya.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat belum massifnya kesadaran masyarakat untuk melihat kaum difabel sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang setara hak-haknya dengan kelompok lainnya.

MPKS PP Muhammadiyah bersama dengan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) dan didukung BSI Maslahat, Baznas, LazisMu PP Muhammadiyah, Comma, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Rumah Sakit Islam Jakarta, menggelar Halal Bil Halal Inklusif dengan 1.000 difabel, Sabtu (27/4/2024).

Baca Juga: Felicya Angelista Belum Ingin Tambah Momongan Caesar Hito Ngebet Mau Anak Cowok

Acara ini merupakan bagian dari Rangkaian acara Ramadhan Inklusif yang sudah berjalan sebelumnya. Acara itu mencakup Mudik Ramah Disabilitas dengan nama program Mudik Inklusi Ramah Anak dan Difabel yang melibatkan 150 pemudik, dan pada pemberian 1.000 paket serta penyerahan alat bantu untuk 47 difabel.

Rangkaian kegiatan yang bertemakan "Bertaqwa dan Berdaya, Indonesia Ramah Disabilitas" ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk mendorong terwujudnya Indonesia ramah difabel serta meningkatkan inklusifitas dan kesadaran masyarakat kepada hak kaum difabel.

MPKS PP Muhammadiyah mengadakan Halal Bi Halal Inklusif yang dihadiri oleh 1000 orang penyandang difabel. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir; Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Mariman Darto; Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Faozan Amar; dan Staf Khusus Menteri Sosial.

Baca Juga: Profil Rayn Wijaya, Aktor Tampan yang Melamar Ranty Maria di Jepang

Program-program ini menjadi bagian partisipasi dari organisasi-organisasi tersebut, sekaligus bagian dari masyarakat untuk mengajak dan mengkampanyekan masyarakat yang inklusif dengan kaum difabel.

Sebagaimana diketahui, data yang dilansir Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan dan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyebutkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,97 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 8,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Indonesia telah meratifikasi konvensi mengenai hak-hak penyandang disabilitas yang disahkan melalui UU Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas. Ada pula UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Baca Juga: Alyssa Soebandono dan Dude Harlino Bimbang Pasang Anting Putrinya

Haedar Nashir, mengatakan, Muhammadiyah berkomitmen dalam penyantunan sosial, termasuk penyandang difabel.

“Masih kata Haedar bahwa komitmen penyantunan sosial ini sudah ada sejak Muhammadiyah berdiri tahun 1912,” ujar Haedar.

Sementara itu, Mariman mengatakan, acara ini merupakan salah satu implementasi dari komitmen PP Muhammadiyah dalam menyantuni rekan-rekan penyandang difabel.

Baca Juga: Piala Uber: Ester Pastikan Kemenangan Indonesia Atas Hong Kong

“Kami juga memiliki, program-program lain yang mendukung pemberdayaan dan pembentukan ekosistem inklusif bagi penyandang difabel“ ujar Mariman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.